PAPUAInside.id, OKSIBIL— Anak-anak binaan Ops Rasaka Cartenz di Oksibil Pegunungan Bintang sangat antusias mengikuti pembelajaran pada Kamis (18/05/2023) karena materi yang diajarkan menarik perhatian mereka.
Selama ini mereka menerima pelajaran membaca, berhitung dan menulis dalam Bahasa Indonesia namun kali ini menggunakan Bahasa Inggris.
Dengan semangat yang membara, anak-anak menyerap pelajaran Bahasa Inggris dasar yang diajarkan oleh personel. Mereka diperkenalkan dengan angka dan nama-nama hewan dalam Bahasa Inggris, membuat mereka semakin terikat dengan pembelajaran.
Kasat Binmas Polres Pegunugan Bintang, Iptu Jufri Rambu, S.Sos, menjelaskan bahwa materi yang diberikan bertujuan untuk pengenalan awal dan sederhana agar anak-anak mudah memahaminya tanpa merasa bosan.
“Tujuan pembelajaran kali sangat penting karena materi yang berulang kali diajarkan tanpa keberagaman dapat membuat anak-anak merasa jenuh,” bebernya.
Lebih lanjut, Jufri mengungkapkan betapa pentingnya menjaga keceriaan anak-anak dalam setiap kegiatan. Hal tersebut dapat mempengaruhi semangat dan daya serap mereka dalam menerima pembelajaran.
Sementara itu, Kasatgas Humas Ops Rasaka Cartenz 2023, Kombes Pol Ignatius Beny Adi Prabowo, S.H., S.I.K., M.Kom, menyampaikan bahwa Polri terus berupaya mencerdaskan anak-anak di Papua melalui Program Si Ipar (Polisi Pi Ajar). Program ini terus dilaksanakan oleh personel Satgas Binmas Ops Rasaka Cartenz 2023 di sembilan wilayah, khususnya di Pegunungan Bintang.
“Program Si Ipar yang digencarkan oleh Ops Rasaka Cartenz 2023 memiliki harapan besar untuk mencerdaskan anak-anak di Papua. Diharapkan bahwa di masa depan mereka dapat mengejar ketertinggalan dan menjadi individu yang berkontribusi dalam masyarakat, serta menjadi penerus bangsa yang berdaya,” ungkap Kombes Benny.
Melalui program ini, Polri berupaya membantu pemerintah daerah dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), terutama dalam bidang pendidikan. Kabupaten Pegunungan Bintang sendiri memiliki IPM yang tergolong rendah, bahkan berada di bawah angka 60 menurut data BPS pada akhir tahun 2022.
“Dengan pendekatan yang lebih humanis, Polri berkomitmen untuk memberikan dukungan yang kuat dalam meningkatkan akses pendidikan bagi anak-anak di Papua. Mereka ingin menciptakan lingkungan belajar yang positif dan menginspirasi, sehingga anak-anak merasa dihargai dan termotivasi untuk mengembangkan potensi mereka,” tambah Kasatgas.
Polri juga berperan sebagai mentor dan sahabat bagi anak-anak, memberikan mereka dukungan emosional dan membantu membangun kepercayaan diri. Dalam setiap kegiatan, mereka berusaha membangun hubungan yang erat dengan anak-anak, memahami kebutuhan mereka, dan mendorong semangat belajar yang berkelanjutan.
“Dengan pendekatan yang humanis ini, Polri berharap dapat mengubah keadaan dan menciptakan generasi Papua yang tangguh, cerdas, dan siap menghadapi masa depan dengan optimisme,” tutup Kasatgas Humas Ops Rasaka Cartenz 2023 Kombes Pol Ignatius Beny Adi Prabowo. **














