Oleh: Makawaru da Cunha I
PAPUAINSIDE.ID, JAYAPURA—Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua mencatat uang pecahan Rp 5.000 dan Rp 10.000 menjadi yang paling diburu masyarakat dalam program Semarak Rupiah di Hari Natal Penuh Damai (SERUNAI) 2025. Dari total penyaluran uang pecahan kecil senilai Rp 34,5 miliar, dua pecahan tersebut paling banyak ditukarkan warga menjelang perayaan Natal.
Tingginya minat masyarakat terhadap uang pecahan kecil itu sejalan dengan meningkatnya aktivitas penukaran selama pelaksanaan SERUNAI tahun ini.
Kepala Perwakilan BI Papua Faturachman mengatakan, realisasi penukaran uang pada SERUNAI 2025 melonjak hingga 369 persen dibandingkan pelaksanaan SERUNAI 2024.
“SERUNAI merupakan inisiatif Bank Indonesia untuk memastikan ketersediaan uang rupiah, khususnya uang pecahan kecil, di wilayah yang mayoritas masyarakatnya merayakan Natal,” ujar Faturachman dalam siaran pers, Jumat (23/1/2026).
Program SERUNAI 2025 berlangsung pada 8–23 Desember 2025 dan dilaksanakan melalui sinergi dengan berbagai rumah ibadah, instansi pemerintah, serta fasilitas publik di Papua, termasuk gereja, Bandara Sentani, dan Pelabuhan Jayapura.
Untuk memperluas jangkauan layanan, BI Papua juga mengoperasikan tujuh kas titipan yang tersebar di Biak, Serui, Sorong, Nabire, Timika, Wamena, dan Merauke. Selain SERUNAI, sepanjang 2025 BI Papua turut menggelar layanan kas keliling ke wilayah terdepan, terluar, dan terpencil (3T) guna menjaga ketersediaan uang rupiah yang layak edar serta mendukung kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat Papua. **














