PAPUAInside.id, ILAGA— Tiga nama calon penjabat Bupati Puncak sudah diantar DPRD Puncak ke Kemendagri dan siapapun yang nantinya dipilih dari ketiga nama tersebut harus diterima oleh semua pihak.
‘’Siapapun terpilih sebagai Pejabat Bupati Puncak dari tiga nama yang diusulkan oleh DPRD Puncak ke Pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), maka masyarakat Kabupaten Puncak, tokoh agama, mahasiswa, elit politik, ASN asal Kabupaten Puncak, harus menerima, karena mereka yang diusulkan itu merupakan anak terbaik dari Kabupaten Puncak, yang dinilai mampu untuk mengisi kekosongan pemerintahan sekaligus memfasilitasi pemilihan umum (Pemilu) di Kabupaten Puncak tahun 2024 mendatang,’’ ujar Ketua DPRD Kabupaten Puncak Lukius Newegalen,S.IP, saat diwawancara melalui telepon selular, Senin (07/08/2023).
Ditegaskan, ketiga nama yang diusulkan tersebut diantar Ketua DPRD Puncak, Ketua I dan II serta Komisi dan staf. ‘’Kami di Jakarta, dan sudah serahkan usulan tiga nama calon PJ Bupati Puncak ke Kementerian Dalam Negeri, tiga nama ini yang sah, mereka adalah anak sulung Kabupaten Puncak, selanjutnya kita tunggu keputusan dari pemerintah pusat, sebelum tanggal 24 September 2023, sudah ada nama PJ,” ungkapnya.
Ketiga nama yang diusulkan ke Kemendagri adalah Neno Tabuni,S.Sos, selaku Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak Provinsi Papua Tengah, Yopi Murib,SE,MM selaku Kepala Dinas Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Pemberdayaan masyarakat Kampung Provinsi Papua Tengah serta Ir Darwin Tobing Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Puncak saat ini.
“Kami usulkan tiga nama PJ ke Pemerintah pusat, Kedua calon PJ Neno dan Yopi merupakan anak asli negeri Kabupaten Puncak, sementara Darwin Tobing sudah lama mengabdi di Kabupaten Puncak, sehingga antara tiga orang ini, dipilih oleh pemerintah pusat, menjadi Penjabat Bupati di Kabupaten Puncak, maka kita semua harus menerima, kita harus legowo dan kita bawa ke Puncak, untuk menfasilitasi pemerintahan dan pemilu di Kabupaten Puncak,” ungkapnya.
Kata Lukius, pikiran-pikiran yang tidak membangun, atau yang akan mengacaukan situasi dan kondisi di Kabupaten Puncak, lebih baik dihindari saja oleh masyarakat Puncak, sehingga PJ Bupati yang terpilih akan bekerja dengan maksimal, guna menfasilitasi pemerintahan dan pembangunan di Kabupaten Puncak, hingga rakyat Puncak sendiri memilih siapa sosok pemimpin yang akan melanjutkan kepemimpinan lima tahun mendatang.
“Jika ada pihak ketiga dengan sengaja membuat isu-isu menyesatkan, yang akan membuat kondisi di Kabupaten Puncak tidak aman, maka masyarakat jangan cepat percaya, masyarakat harus pintar untuk menghindari isu-isu negatif, semua harus menjaga stabilitas politik dan keamanan di Kabupaten Puncak, sehingga ke depan jangan lagi masyarakat yang dikorbankan,” tambahnya. ** (Diskominfo Puncak)














