Oleh: Vina Rumbewas |
Papuainside.com, Wamena— Pasca rusuh Wamena 23 September lalu, aktifitas belajar mengajar di Kabupaten Jayawijaya Papua lumpuh total.
Untuk mengaktifkan proses belajar mengajar, Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua meminta para tenaga guru terutama ASN agar kembali ke Jayawijaya untuk melaksanakan tugas pokoknya.
Berdasarkan data Pemda Jayawijaya, saat ini sebanyak 248 guru tidak berada di Wamena.

“Saya minta semua tenaga guru dan juga semua ASN kembali ke Jayawijaya untuk melaksanakan tugas sesuai tupoksi masing-masing,” katanya.
Setelah pertemuan bupati bersama para guru yang berlangsung di gedung DPR Jayawijaya, Kamis (03/10) telah disepakati mulai Senin (7/10) pekan depan proses belajar mengajar mulai diaktifkan kembali.
Untuk itu, pemerintah bersama aparat TNI/Polri dan juga masyarakat akan mulai membersihkan puing-puing kerusuhan di beberapa sekolah terdampak.
“Sekolah harus dibuka dahulu, soal murid belum lengkap itu nanti kita lihat hari Senin. Masih ada banyak guru di sini jadi proses mengajar bisa dilakukan,” pungkasnya. **














