Selama Tiga Tahun, Pembangunan Fisik di Kabupaten Puncak tidak Maksimal

Bupati Puncak Willem Wandik, SE.M.Si, didamipingi PLT Sekda Puncak Ir Darwin Tobing,MM dan Kepala Badan Keuangan Mulyanto, saat menyerahkan DPA Perubahan APBD Perubahan 2022, kepada pimpinan OPD di Ilaga, Kamis (20/10/2022). (foto: Diskominfo Kabupaten Puncak)

PAPUAInside.com, ILAGA— Bupati Puncak Willem Wandik, SE.M.Si menyampaikan hampir tiga tahun kepemimpinannya di periode kedua ini terhitung 2020-2022, pembangunan fisik di kabupaten yang dipimpinnya tidak maksimal terlaksana karena dampak dari kondisi secara global yang dialami dunia yaitu virus covid-19 serta kondisi khusus di Kabupaten Puncak yaitu stabilitas keamanan.

“Tidak memungkinkan untuk pembangunan, sehingga sangat minim tiga tahun terakhir, sehingga kami lakukan penyesuaikan kegiatan maupun program, hanya Dinas kesehatan saja yang ada kegiatan fisik hampir 75 persen, bersumber dari dana DAK,  dinas lain sangat minim,” ungkap Kader PDIP ini, usai menyerahkan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) APBD perubahan 2022 Kabupaten Puncak, kepada para pimpinan OPD, di Ilaga, Kamis (20/10/2022).

Kata Bupati, kondisi keamanan sangat berpengaruh terhadap pembangunan suatu daerah, padahal selama kepemimpinannya dirinya sudah berusaha semaksimal mungkin sebagai anak daerah, untuk memajukan daerahnya dari keterbelakangan, ini terbukti dengan berbagai lobi maupun program yang melibatkan seluruh sektor, sayangnya kondisi keamanan yang tidak kondusif membuat pembangunan tidak berjhalan maksimal.

“Kita selama ini urus masalah saja, padahal kalau waktu kita manfaatkan untuk membangun jalan, maka jalan, jembatan, lapangan terbang, ini akan digunakan sampai Tuhan datang, kalau urus yang tidak baik, itu hanya sementara saja, makanya kalau masyarakat mau daerah ini maju, maka semua harus sepakat jaga keamanan, maka daerah ini bisa maju,” tutur bupati dua periode ini.

Willem Wandik mengatakan selama kepemimpinanya juga dirinya banyak memberikan perhatikan untuk mengatasi masalah sosial budaya yang terjadi ditengah masyarakat, misalnyua mengurus pertikaian saudara, bayar persoalan adat, yang menurut adat atau manusia itu hal yang positif baik, namun menurutnya dari sisi agama dari sisi Tuhan sangat melawan kehendak Tuhan, dan sudah pasti dirinya masuk neraka.

Untuk kemajuan kabupaten ini ke depan, kata Bupati Wandik seluruh komponen masyarakat, bahu-membahu mendukung pemerintah menjaga keamanan, maka pembangunan akan berjalan dengan maksimal, dan pelan tapi pasti Kabupaten Puncak akan keluar dari ketertinggalan, keterbelakangan.

Sementara itu, PLT Sekda Kabupaten Puncak Ir. Darwin Tobing,MM, yang juga selaku Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah Kabupaten Puncak mengatakan untuk APBD perubahan 2022, tidak ada perubahan yang signifikan, karena Pemda Puncak  lebih fokus untuk menyikapi penyesuaian kondisi faktual yang terjadi di lapangan, apalagi waktu efektif kerja tinggal dua bulan, misalnya saja untuk mengatasi kenaikan inflasi secara global.

“Terkait dengan atasi inflasi, kami sudah alokasikan anggaran, penyesuian terhadap kegiatan sosial, pemberdayaan ekonomi, agar kemiskinan di masyarakat jangan terlalu curam,” jelasnya.

Sementara itu, dalam laporannya, alumi UNIPA Manokwari ini mengatakan kondisi APBD perubahan 2022, sebagai berikut untuk Lain-lain Pendapatan daerah yang sah diproyeksikan sebesar Rp.50 Miliar atau naik 39 miliard dari APBD Induk 2022,belanja daerah total 1,6 Trilyun, terbagi atas Belanja operasi Rp.980 miliar atau naik sebesar Rp.99 miliar dari APBD Induk 2022,Belanja Modal Rp.363 Miliar naik 5 miliar dari PBD Induk 2022,belanja tak terduga  Rp.24 Miliar turun 2 miliar dari APBD induk 2022. (Diskominfo Kabupaten Puncak)