Sekda Jayawijaya: Kepala Distrik dan Kepala Kampung adalah Pelayan Masyarakat

Sekda Jayawijaya Thoni M.Mayor didampingi para kepala OPD dan Bagian saat menghadiri ibadah syukur pelantikan kepala Distrik Asotipo. (Foto : Vina Rumbewas)

Oleh: Vina Rumbewas |

PAPUAInside.com, WAMENA – Sekda Jayawijaya Thoni M Mayor mengingatkan Kepala Distrik Asotipo dan empat pejabat sementara kepala kampung di daerah itu, untuk bekerja dengan baik melayani masyarakat Asotipo.

Hal ini disampaikannya, saat memberikan sambutan pada acara syukuran pelantikan kepala distrik Asotipo, Selasa (29/03/2022).

“Pemerintah adalah wakil Allah, pemerintah harus bekerja melayani masyarakyat,” katanya.

Ia juga menyampaikan bahwa pelantikan kepala distrik dan penunjukan PJS kepala kampung diputuskan langsung oleh Bupati Jayawijaya, tanpa ada interfensi pihak manapun.

“Kita boleh menyampaikan pertimbangan tapi kita tidak berhak memutuskan, semua diputuskan bupati Jayawijaya selaku kepala daerah. Sebagai bawahan kami hanya laksanakan,” jelasnya.

Sekda Thoni M Mayor bersama anggota DPRD Jayawijaya saat menyerahkan hewan ternak babi secara simbolis kepada warga. (Foto: Vina Rumbewas)

Tambah Thoni Mayor, empat kepala kampung yang baru ditunjuk ini merupakan pejabat sementara, sehingga kapan saja bisa diganti jika melakukan kesalahan, karena jabatan kepala kampung bukanlah jabatan seumur hidup.

Jika ada yang kecewa dan senang dengan penunjukan kepala kampung atau kepala distrik ini hal tersebut merupakan hal yang wajar karena sifat dasar manusia.

Manusia memiliki kekurangan dan kelebihan sehingga harus duduk bersama-sama untuk saling membantu memberikan pikiran untuk membangun kampung-kampung di distrik Asotipo.

“Jabatan merupakan amanat dan kepercayaan yang diberikan, apabila tidak melayani masyarakat dengan baik maka PJS-PJS kepala kampung ini kapan saja bisa diganti, begitupun dengan kepala distrik, dan juga sekda kapan saja bisa diganti jika melakukan kesalahan,” terangnya.

Untuk itu lanjut sekda, sebagai aparat pemerintah wajib melayani masyarakat.

Perbedaan pendapat itu hal yang wajar, kritikan untuk membangun agar tumbuh menjadi lebih kuat.

Ditempat yang sama, Kepala Distrik Asotipo yang dilantik pada 18 Januari lalu menyampaikan bahwa sebagai kepala distrik yang baru dirinya tentu akan bekerja sama dengan 10 kepala kampung yang ada untuk membangun Distrik Asotipo.

“Kedepan saya akan berkerjasama dengan 10 kepala kampung untuk bagaimana kita mengelola dana kampung untuk bisa membangun Distrik Asotipo. Dan saya akan bekerjasama dengan seluruh masyarakat agar dana ini bisa digunakan sesuai dengan aturan yang ada,’’ jelasnya. **