Oleh: Makawaru da Cunha I
PAPUAinside, JAYAPURA—Menjelang Pemilu 2024 ada sejumlah wilayah rawan konflik di Provinsi Papua, bakal melakukan pencoblosan di lokasi pengungsian. Pasalnya, warga memilih mengungsi akibat konflik berkerpanjangan.
Hal ini disampaikan Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Izak Pengemanan, saat menyampaikan keterangan pers di Makodam XVII/Cenderawasih, Jayapura, Rabu (24/1/2024).
Pangdam menjelaskan, pihaknya akan memback-up KPU dan Polri untuk menciptakan situasi pemilu aman dan damai.
Pangdam menjelaskan, pihaknya telah memetakan lima wilayah rawan konflik di Provinsi Papua. Masing-masing Yahukimo, Pegunungan Bintang, Nduga, Intan Jaya dan Puncak.
“Ada lima wilayah rawan konflik, yang memang masih cukup mendapatkan perhatian,” tukasnya.
Pertama, Yahukimo, tapi masyarakatnya berdiam di Dekai Kompleks. Sedangkan wilayah yang rawan konflik di Kali I khususnya di daerah tambang, tapi disana ada masyarakat sehingga tak ada masalah.
Kedua, Pegunungan Bintang. Tapi yang rawan konflik itu wilayah tertentu. Sedangkan sebagian besar wilayah perlahan aman.
“Kita akan kedepankan Pemda setempat, untuk lebih masuk kesana,” terang Pangdam.
Ketiga, Nduga ada beberapa distrik, yang memang tak ada masyarakatnya, karena memilih mengungsi akibat konflik, seperti Mapenduma, Mugi, Yaung dan Paro. Tapi lokasi pengungsian ada di Kenyam, Timika dan Wamena.
“Kami sudah data warga, yang akan mencoblos di lokasi pengungsian. Sedangkan wilayah-wilayah yang lain itu tak ada masalah,” katanya.
Keempat, Intan Jaya ada upaya untuk memulihkan situasi, pasca penembakan.
Kelima, Puncak kini cukup kondusif, dimana penyaluran logistik pemilu tak ada masalah. **














