Sampel PDP Covid-19 Belum Tiba di Papua

Juru Bicara Satgas Covid-19 Provinsi Papua dr. Silwanus Sumule, Sp.OG (K), aat diwawancara wartawan. (foto: Ignas Doy)

Oleh: Ignas Doy | PAPUAInside.com, JAYAPURA—Pemerintah Daerah (Pemda) Papua masih menunggu hasil uji sampel dahak empat Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19 dari Badan Penelitian dan Pengembangan  Kementerian Kesehatan (Balitbang Kemenkes) di Jakarta.

Hasil sampel dahak itu, untuk membuktikan lima PDP positif atau negatif Covid-19.

“Kami  kirim empat sampel dahak PDP Covid ke Jakarta sejak pekan lalu. Tapi kami tetap menunggu hasil uji sampel dahak tersebut,” jelas Juru Bicara Satgas Covid-19 Provinsi Papua dr. Silwanus Sumule, Sp.OG (K), ketika menyampaikan keterangan di Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Jayapura,  Jumat (20/03/2020).

Silwanus mengatakan, satu sampel dahak PDP Covid-19, belum dikirim ke Jakarta, karena terkendala pada Viral Transport Media (VTM) atau media untuk membawa sampel.

Namun demikian, ujarnya,  VTM tersebut sudah tiba di Papua, dan didistribusikan kepada petugas di masing-masing rumah sakit.

Selain itu, terangnya, pihaknya juga masih mengalami kendala dalam hal pengambilan sampel. Kemudian mempacking dan mengirim  ke Jakarta.

“Ini kendala kita untuk cepat mendapatkan hasil uji sampel PDP Covid-19,” katanya.

Persoalannyatak hanya sampai disitu, tuturnya, karena di Balitbang  Kemenkes itu ada ribuan sampel yang antri  untuk diperiksa.

“Padahal begitu sampel dahak tiba di Jakarta, 3-6 jam kemudian sudah bisa diketahui hasil uji sampel,” ungkapnya.

Dijelaskannya, jadi ketentuannya  kalau hasilnya positif yang melaporkan adalah Balitbang Kemenkes.

Kalau hasilnya negatif  Balitbang Kemenkes akan melaporkan  kepada Dinas Kesehatan Provinsi Papua, dalam hal data  akan disampaikan kepada dokter yang mengirim sampel tersebut.

“Kami tetap harap hasil uji empat sampel itu negatif,” tukasnya.

Up-date  PDP Covid-19 di Provinsi Papua hingga  Jumat (20/03/2020) pukul  15.00 WIT, sudah  ada tujuh PDP Covid-19 di kabupeten dan kota. Masing-masing empat orang dirawat di Kota Jayapura, dua orang di Merauke dan satu orang di Biak.**