PAPUAINSIDE.ID, ILAGA— Kandidat Bupati dn Wakil Bupati Puncak 2024-2029 Pasangan nomor memiliki program unggulan bidang pendidikan untuk memajukan SDM di Kabupaten Puncak.
Kandidat Bupati dan wakil bupati Peniel Waker – Saulinus Murib memaparkan sejumlah program unggulannya di bidang pendidikan saat berkampanye terbuka di terbuka di Lapangan Trikora Ilaga, Sabtu (19/10/2024).
Program unggulannya adalah program pendidikan berpola asrama akan dibangun di distrik-distrik induk dari SD, SMP, dan SMA, juga pendidikan pola berasrama untuk sekolah Alkitab, memberikan beasiswa bagi siswa berprestasi dan mengirim mahasiswa asal Puncak melanjutkan studi ke universitas-unversitas terkemuka di dalam dan luar negeri.
“Saya juga akan membangun asrama-asrama di kota studi yang ada mahasiwa asal Kabupaten Puncak, bahkan kami punya impian akan mengirim pelajar asal Kabupaten Puncak yang berprestasi untuk mengecap pendidikan diluar negeri dan dalam negeri di Universitas ternama dengan berbagai disipilin ilmu, terutama tenaga kesehatan, dokter specialis dan juga bidang-bidang lainnya yang langka di Kabupaten Puncak, sehingga mereka kelak balik dengan ilmunya, bisa membangun Kabupaten Puncak,” kata mantan PLT Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Puncak ini.
“Kami juga akan menaikan biaya studi bagi mahasiswa asal Puncak, dimana untuk S-2 yang awalnya Rp.12 juta/semester, saya akan naikan menjadi Rp.24 juta/semester, sementara S-1 yang awalnya Rp.3 juta/semester, akan dinaikan menjadi Rp 6 juta/semeter, karena mahasiwa Puncak itu tidak banyak, hanya kurang didata dengan baik, jika didata dengan baik, maka pasti anggaran siap untuk membantu mereka, mereka ini masa depan generasi penerus kabupaten Puncak, kita harus berikan perhatian bagi mereka,” tambahnya.
Peniel Waker menambahkan, selain memberikan perhatian kepada sekolah Alkitab, juga akan memberikan perhatian khusus untuk pembinaan umat beragama, salah satu program adalah akan memperhatikan kesejahteraan hamba Tuhan, yang selama ini diberikan upah oleh pemerintah daerah sebesar Rp.3 juta/triwulan, akan dinaikan menggunakan dana Otsus menjadi Rp,6 juta/triwulan, sementara operasional Ketua Daerah, Ketua korodionator, atau Ketua klasis, yang selama ini sekitar Rp.6 juta/triwulan, akan dinaikan menjadi Rp.12 juta/triwulan.
“Termasuk rumah-rumah peninggalan misinonaris, yang pengabarkan injil di Kabupaten Puncak, seperti di Arumaga, Gome, Kunga, Sinak dan Beoga, itu akan kita direhab kembali, supaya ketika ada tamu rohani, yang datang ke Kabupaten Puncak, untuk melihat sejarah pelayanan gereja, mereka bisa datang dan tinggal disitu dan uang hasil dari situ, bisa masuk menjadi penghasilan bagi gereja,” ujarnya. **
.














