Oleh: Makawaru da Cunha
PAPUAINSIDE.ID, JAKARTA—Kabar membanggakan datang dari dunia usaha mikro kecil menengah (UMKM) Papua. Ruma Kombucha Exotyc Papua, salah satu UMKM binaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua, berhasil meraih Juara 1 Kategori Kuliner UMKM pada ajang Indonesia International Halal Chef Competition (IN2HCC) 2025.
Kompetisi tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) ke-12 yang digelar di Jakarta International Expo (JIEXPO) Kemayoran, 8–12 Oktober 2025. Tahun ini, ISEF mengusung tema “Sinergi Ekonomi dan Keuangan Syariah Memperkuat Kemandirian Ekonomi dan Pertumbuhan Ekonomi Inklusif.”
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua, Faturachman, menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya atas capaian tersebut.
“UMKM Papua kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional melalui keberhasilan Ruma Kombucha Exotyc Papua meraih Juara 1 kategori kuliner. Capaian ini menjadi bukti nyata kreativitas dan daya saing pelaku usaha Papua dalam menghadirkan produk halal, sehat, dan berstandar global,” ujar Faturachman melalui Siaran Pers, Senin (13/10/2025).
Menurutnya, keberhasilan ini sejalan dengan komitmen BI Papua dalam memperkuat kapasitas UMKM daerah agar mampu bersaing di pasar nasional dan global. Ia menegaskan, BI terus mendorong peningkatan kualitas produk halal, branding, serta akses pasar bagi pelaku usaha di Papua.
Dalam salah satu sesi talkshow IN2HCC, Dian Lestari, pendiri Ruma Kombucha Exotyc Papua, tampil sebagai narasumber dengan topik “Dari Tanah Papua ke Pasar Dunia: Kreasi Kombucha Lokal Mendunia.”
Dian menjelaskan bahwa produk kombucha yang dikembangkannya merupakan hasil fermentasi teh alami berbahan khas Papua, seperti sarang semut, rimpang, buah-buahan tropis, dan bunga lokal.
“Kami ingin menunjukkan bahwa dari Tanah Papua pun lahir produk yang tidak hanya unik dan sehat, tapi juga halal dan berdaya saing global,” tutur Dian.
Partisipasinya di ajang ISEF, lanjutnya, menjadi momentum penting untuk memperluas jangkauan pasar sekaligus memperkenalkan kekayaan bahan alam Papua kepada dunia. Sebelumnya, Ruma Kombucha juga pernah berpartisipasi dalam Ubud Food Festival (UFF) 2025, ajang kuliner internasional bergengsi di Bali yang mempromosikan cita rasa autentik Nusantara.
Selain Ruma Kombucha, terdapat tiga UMKM Papua lainnya yang turut berpartisipasi dalam pameran Halal Mart ISEF 2025 di bawah naungan Industri Kreatif Syariah Indonesia (IKRA), yakni:
- Kakao Kita Papua (olahan kakao),
- Sambal BaBa (kuliner khas Papua), dan
- Basyira Kukis (olahan sagu).
Keikutsertaan mereka menjadi bukti bahwa UMKM Papua mampu bersaing di sektor industri halal nasional dan menunjukkan potensi besar produk daerah dalam mendukung ekonomi syariah.
ISEF 2025 juga menghadirkan berbagai kegiatan pengembangan ekonomi pesantren di Indonesia, seperti Silaturahmi Pesantren dan Forum Bisnis Pesantren. Perwakilan dari Himpunan Ekonomi dan Bisnis Pesantren Indonesia (HEBITREN) Provinsi Papua dan Papua Selatan turut hadir, menandai semangat kolaborasi lintas daerah dalam memperluas jejaring ekonomi umat.
Faturachman menegaskan bahwa sinergi antara Bank Indonesia, pelaku usaha, pesantren, dan stakeholder terkait menjadi langkah strategis dalam mewujudkan Papua yang inovatif, berdaya saing, dan mandiri.
“Dengan kolaborasi yang erat, kita tidak hanya memperkuat ekonomi daerah, tetapi juga meneguhkan peran Indonesia sebagai pusat ekonomi syariah dunia,” pungkasnya.
Keberhasilan Ruma Kombucha Exotyc Papua menjadi juara nasional dan tampil di panggung internasional menjadi inspirasi bagi pelaku usaha di Tanah Papua. Melalui inovasi berbasis kearifan lokal dan dukungan kuat dari BI Papua, harapan menuju Papua yang inklusif, kreatif, dan berdaya saing global kini semakin nyata. **














