PAPUAInside.id,JAYAPURA—Puluhan warga di wilayah Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua Pegunungan meninggalkan daerah tersebut, akibat aksi teror yang dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB).
Warga yang panik meninggalkan kota Oksibil untuk menyelamatkan diri pasca sejumlah rentetan aksi teror dari KKB yang meningkat sejak akhir Desember 2022 lalu. Aksi teror kembali dilakukan sejumlah fasilitas umum di Oksibil sejak 7 Januari hingga 11 Januari 2023.
Salah satu warga Oksibil, Erlina mangakui sangat trauma atas sejumlah aksi teror yang dilakukan oleh KKB di Oksibil, sebagian besar warga mulai menyelamatkan diri.
“Karena kejadian dekat tinggal saya di gereja, dengar ada suara tembakan mereka (KKB) bersama anggota kepolisian dan mereka lari ke belakang gereja makanya saya lari ke polres,” kata Erlina yang sehari-hari pedagang di Oksibil, Jumat (13/1/2023).
Elrin mengungkapkan, sejak adanya peningkatan eskalasi gangguan keamanan sehingga mengakibatkan sejumlah aktifitas di Kota Oksibil nyaris lumpuh.
“ekonomi lumpuh kita tidak kerja, hanya selamatkan diri dirumah tidak ada kegiatan diluar,” ujarnya.
Sementara itu Bupati Pegunungan Bintang Spei Yan Bidana menyampaikan, saat aktifitas di kota Oksibil perlahan pulih/ untuk itu masyarakat yang ada di Oksibil tidak mengungsi atau eksodus ke Jayapura.
“sudah di kendalikan, kita anggap sudah aman maka warga di oksibil bisa tenang, kita harap aktifitas berjalan seperti biasa dan di dukung oleh TNI-Polri,” ucapnya.
Dikatakan Spei Yan Bidana, aksi teror penembakan dan pembakaran sudah sering terjadi di daerah Oksibil.
“saat ini TNI-Polri sudah mengambil langkah mengendalikan situasi di oksibil, saya pikir kita akan mengambil langkah dan kordinasi agar semua bisa berperan dalam mengamankan kota Oksibil,” imbuhnya.
Bupati menghimbau kepada warga di oksibil untuk tetap tenang dan bisa dapat beraktifitas normal kembali.
Ditempat yang sama Danrem 172 PWY, Brigjen TNI J.O Sembiring mengatakan, pihak yang telah menambah personil di oksibil untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat di daerah tersebut.
Pastinya kami bersama polri sudah mengambil langkah taktis maupun teknis untuk menumbuhkan rasa aman kepada masyarakat, agar mendukung pemerintah pegunungan bintang,” ujarnya.. ** (Penrem 172/PWY)














