Oleh: Makawaru da Cunha I
PAPUAinside.id, SENTANI—Proses rekrutmen calon anggota Majelis Rakyat Papua Pegunungan (MRPP) periode 2023-2027 harus transparan.
Demikian diisampaikan Tokoh Agama Muslim Provinsi Papua Pegunungan Ismail Asso, Tokoh Agama di Kabupaten Jayawijaya John Kolago dan Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Kabupaten Jayawijaya Herman Doga, melalui Siaran Pers, Sabtu (20/5/2023).
Ismail mengatakan, proses rekrutmen calon anggota MRPP merupakan proses yang pertama, pasca terbentuknya Daerah Otonomi Baru (DOB) Papua Pegunungan, sehingga tentu tak sepenuhnya berjalan sempurna. Tapi ia mengharapkan proses rekrutmen transparan.
Diketahui, keterwakilan calon anggota MRPP terdiri dari adat, agama dan perempuan.
Keterwakilan agama meliputi Kristen, Katolik dan Islam. Khusus untuk agama Islam mendapat 2 kuota. Sedangkan Kristen dan Katolik 12 kuota.
Ismail pun mengajak calon anggota MRPP, untuk bersama menjaga situasi kamtibmas selama proses rekrutmen dan mensukseskan Pemilu Serentak 2024.
“Kita harus siap menerima apapun hasilnya. Karena, yang nantinya duduk didalam kenggotaan MRPP itu juga saudara – saudara kita yang akan membangun wilayah La Pago,” ujarnya.

Tokoh Agama Kabupaten Jayawijaya, John Kolago (Istimewa)
John Kolago menghimbau Tim Seleksi (Timsel) calon anggota MRPP dalam proses rekrutmen harus dengan cara yang baik dan benar.
“Jangan ada keberpihakan terhadap salah-satu calon, karena semuanya merupakan orang-orang yang terbaik,” terangnya.
Herman Doga menuturkan, MRPP merupakan lembaga kultur, yang bertujuan untuk mengangkat dan mempertahankan nilai – nilai kearifan Orang Asli Papua (OAP).
“Jadi MRPP bukan bagian dari politik dan tak ada kepentingan politik. Saya berharap jangan dicampur adukan antara lembaga kulturdan politik,” ungkapnya.
Karena itu, ia mengharapkan agar mereka yang duduk di dalam kelembagaan kultur MRPP itu betul- betul murni dari hasil seleksi dan tanpa ada intervensi dari pihak manapun. **















