Refleksi Tengah Semester, Polda Papua Catat 75 Kasus KKB dengan 17 Korban Jiwa

Kapolda Papua Irjen Pol. Mathius D. Fakhiri dalam refleksi semester satu di Mapolda Papua, Koya. (Foto: Humas Polda Papua).

Oleh : Faisal Narwawan|

PAPUAInside.Id, JAYAPURA – Polda Papua mengungkapkan bahwa dalam semester satu pada 2023, terjadi 75 kasus kekeran oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua.

Korban jiwa dari aksi KKB diantaranya, enam orang dari TNI, satu orang dari Polri dan 10 orang merupakan masyarakat sipil.

Kapolda Papua Irjen Pol. Mathius D Fakhiri kepada wartawan mengatakan, Polda baru akan hadir di wilayah DOB Papua dengan mengutamakan pemenuhan personel, sehingga hal ini tentu akan menghadirkan situasi Kamtibmas yang lebih baik di daerah Papua, termasuk di enam wilayah rawan gangguan KKB.

“Tentunya pada enam wilayah ini akan kita maksimalkan pendekatan-pendekatan yang diharapkan mampu menurunkan gangguan keamanan,” ujar Fakhiri, Sabtu (01/07/2023).

Ia juga mengharapkan dengan terbentuknya DOB, dapat menurunkan aksi kekerasan ataupun yang berpotensi mengganggu keamanan di Papua.

“Pasca DOB kan aksi-aksi yang menuntut isu merdeka ini turun, baik di Kota Jayapura maupun daerah lain. Saya berharap pada Juli higga Desember ini bisa makin turun,” katanya.

Kapolda Fakhiri pun mengharapkan, ada pendekatan maksimal yang dilakukan pemerintah di daerah DOB yang baru.

“Kami kepolisian juga akan mengambil langkah-langkah persuatif bersama TNI agar bisa menghadirkan keamananan terutama pada saat Pemilu di daerah DOB dan Papua umumnya,” jelas Fakhiri.

Selai itu, ia meminta masyarakat yang ada di distrik-distrik yang bersentuhan langsung dengan KKB dibawa pimpinan Eginus Kogoya agar diungsikan keluar wilayahnya.

“Dibawa keluar, ke Kenyam, kalau dekat ke Wamena, dibawa ke Wamena dan lain-lain, supaya tidak menjadi korban sehingga menimbulkan rasa takut,” ungkapnya.

Untuk menjamin keamanan, pihaknya juga telah mempertebal keamanan di beberapa bandara yang rawan terganggu dengan aksi KKB.

Pihaknya pun menjamin akan mengambil langkah-langkah penegakan hukum yang tak menimbulkan korban masyarakat sipil.

“Kita tetap lakukan negosiasi dan tak berpikir untuk menakut-nakuti masyarakat. Penguatan bandara tertentu sudah dilakukan sejak lama, kita tidak mau ada kelompok yang mengganggu keamanan bandara yang menghambat distribusi sembako ke daerah pedalaman,” tutupnya.

Diungkapkan juga data kasus kejahatan pada semester I 2023, dengan total sebanyak 2.439 kasus. Rincian kasus tersebut meliputi kejahatan konvensional sebanyak 2.107 kasus, kejahatan lintas negara sebanyak 128 kasus, kejahatan terhadap kekayaan negara sebanyak 86 kasus, dan kejahatan dengan implikasi kontinuitas sebanyak 118 kasus.

Polda Papua juga mencatat berbagai kasus di bidang kamtibcerlntas pada semester I tahun 2023. Kasus kecelakaan lalu lintas tercatat sebanyak 597 kasus, dengan rincian 87 meninggal dunia, 412 luka berat, dan 475 luka ringan.

Juga kasus pelanggaran lalu lintas mencapai 18.996 kasus, dengan rincian 4.161 tilang dan 14.835 teguran. Selain itu, terjadi 5 kecelakaan udara dan 7 kecelakaan laut yang tersebar di beberapa Kabupaten. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *