Puncak Zona Hijau dari Covid-19, Pangan Lokal Melimpah

Ubi pelangi yang diantar masyarakat ke kediaman Bupati Puncak Willem Wandik, Masa pandemic covid-19 pangan lokal tetap melimpah. (foto: Diskominfo Puncak)

Oleh: Nethy DS|

PAPUAInside.com, ILAGA— Kedatangan Bupati Willem Wandik di Ilaga Puncak setelah kurang lebih tiga bulan berada Kota Jayapura akibat pandemic covid-19 disambut sukacita masyarakatnya.

Rasa sukacita juga sebagai wujud apresiasi masyarakat kepda Bupati Willem Wandik karena sampai saat ini Kabupaten Puncak masih dikategorikan zona hijau dari covid-19.

Setibanya di Ilaga, warga mendatangi kediaman Bupati Willem Wandik sambil membawa ubi Pelangi atau dalam bahasa setempat disebut ubi murib inambi. Warga bersukacita karena Bupati Wandik tetap sehat, warga di Puncak juga tidak ada yang terpapar covid-19 dan juga tidak kekurangan makanan meskipun kurang lebih tiga bulan akses keluar masuk Puncak ditutup.

“Aksi masyarakat ini luar biasa, mereka datang membawa ubi murib inambi atau dalam bahasa Indonesia disebut ubi pelangi, ubi ini isinya manis dan enak mengandung gizi yang tinggi, dan ubinya besar sekali dan  tidak ada di daerah lain, cuma ada di Kabupaten Puncak. Ubi ini merupakan ubi yang sangat disukai oleh warga disini,” ungkap Bupati Willem Wandik di kediamannya Rabu (08/09/2020).

Kata Wandik di masa pandemic covid-19 ini wilayah Kabupaten Puncak masih zona hijau artinya belum ditemukan pasien covid-19 di sana.

Selama pandemic covid-19 akses ke Puncak dan sebaliknya ditutup, namun warga sampai saat ini tetap sehat, makanan local tersedia melimpah sehingga warga tidak kekurangan makanan.

“Dalam situasi virus corona ini, puji Tuhan sebab kami di Kabupaten Puncak, masih kuat dengan ketahanan pangan local kami pemerintah hanya menambah beras pertiga bulan, tapi sayur-sayuran ubi-ubian, buah-buahan cukup berlimpah disini, sehingga masyarakat tidak lapar sampai saat ini buktinya kami mendapat makanan ubi pelangi yang cukup banyak ke kediaman saya saat ini,” ungkapnya.

Bupati Willem Wandik dan semua masyarakat di Puncak berdoa agar pandemic covid-19 segera berlalu. “Dari Kabupaten tertinggi gunung tertinggi di Indonesia, kami berdoa agar pendemic  virus corona ini berakhir, segera hilang, kami meminta kepada Tuhan dengarlah doa kami, corona segera hilang agar kehidupan kembali normal, pemerintah dimampukan untuk menghadapi bencana ini,” tambahnya.

Bupati juga menambahkan melimpahnya pangan local di Puncak karena ada program gemar menanam yang dimulai sejak tahun 2019.

‘’Program menanam sudah ada jauh sebelum ada pandemic covid-19, dimana masyarakat menanam lalu dibeli pemerintah kemudian pemerintah pasarkan ke luar daerah. Ini sudah dilakukan sejak tahun 2019 dan hasilnya kita nikmati saat ini. Dalam masa pandemic corona-19 pun pangan local tersedia bahkan melimpah,’’ jelasnya. ** (Sumber: Diskominfo Puncak)