PSSI Papua Pegunungan Gelar Kongres Biasa dan Sahkan Tiga Klub Baru

Ketua PSSI Papua Pegunungan, Atenius Murip, dalam Kongres Biasa I PSSI Papua Pegunungan di Wamena, Kamis (18/12/2025). (Foto: Papuainside/RF)

Oleh: RF  I

PAPUAINSIDE.ID, WAMENA–Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Papua Pegunungan, menggelar Kongres Biasa I di Wamena, Kamis (18/12/2025).

Dalam kongres biasa ini sekaligus mensahkan 3 klub baru, yakni Lapago FC, Pamek FC, dan Ketengban FC.

Ketua PSSI Papua Pegunungan, Atenius Murip mengatakan, dengan bertambahnya 3 klub baru, maka total ada 12 klub di PSSI Papua Pegunungan, yang siap berkompetisi pada Liga 4 PSSI musim depan.

“Pada kongres biasa ini kita tambah 3 klub lagi untuk bisa mewadahi semua atlet-atlet di Papua Pegunungan, untuk mendapatkan potensi-potensi atlet sepak bola yang bisa mewakili daerah, kabupaten, provinsi, bahkan mewakili tingkat nasional, kita beri kesempatan seluas-luasnya,” ungkap Bupati Jayawijaya ini.

Ketiga klub yang baru disahkan ini, menurut Atenius, telah melengkapi berkas administrasi untuk menjadi anggota dan telah sesuai dengan aturan PSSI.

“Kita tahu di daerah Papua Pegunungan tingkat kesulitannya tinggi, sehingga bagaimana kesiapan dan kesanggupan mereka baik dari presiden klub dan klub bisa secara mandiri membiayai diri untuk mengikuti kompetisi,” katanya.

Ketua PSSI Papua Pegunungan, Atenius Murip, dan pengurus berpose bersama, dalam Kongres Biasa I PSSI Papua Pegunungan di Wamena, Kamis (18/12/2025). (Foto: Papuainside/RF)

Pertanggungjawaban Hasil Kerja

Kongres Biasa I PSSI Papua Pegunungan ini sendiri digelar, untuk mempertanggungjawabkan semua hasil kerja, yang telah dilaksanakan selama satu tahun pertama.

Ada pun dalam kongres biasa I, kata Atenius, banyak hal yang disampaikan kepada semua delegasi atau voters dan presiden-presiden klub yang hadir dari delapan kabupaten ini.

“Ada perubahan nomenklatur secara signifikan, dulu kita kenal dengan Asprov dan Askab itu sudah diubah, sehingga dalam kongres biasa ini secara resmi kami sampaikan kepada PSSI kabupaten untuk menghilangkan semua tulisan berlogo atau bertuliskan Askab dan Asprov kembali ke PSSI Pusat, PSSI Provinsi dan PSSI Kabupaten/Kota,” ungkapnya.

Tak hanya itu, ungkapnya, dalam kongres biasa I ini juga sekaligus mencabut statuta PSSI 2024 dan ditetapkan statuta PSSI 2025, yang mana dimandatkan kepada para pimpinan PSSI kabupaten untuk berkoordinasi dengan pemerintah daerah masing-masing untuk menggelorakan olahraga sepak bola.

Atenius menerangkan, ada 4 pilar secara organisasi sudah berjalan dan diperkuat, kemudian SDM dari wasit, pemain pelatih itu bisa dikembangkan. Kemudian sarana pra sarana yang ada.

“Minimal kita punya satu stadion standar internasional atau FIFA yang bisa diupayakan di kabupaten menggunakan ABPD karena diizinkan presiden. Output dari semua tadi adalah kompetisi,” tutup Atenius. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *