Promo Paket Makanan Tradisional Ala Abar Rp 200.000/Porsi

Promo Makanan Tradisional Ala Abar di sela-sela Menoken Laptop untuk Nokeners di Kampung Abar, Distrik Ebungfau, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua, Kamis (10/4/2025). (Foto: Afny Fadillarahma/Duta Inspirasi Indonesia)

Oleh: Makawaru da Cunha  I

PAPUAinside.id, SENTANI—Kampung Abar adalah salah-satu kampung wisata di sekitar Danau Sentani. Sejumlah kaum wanita mempromosikan potensi-potensi yang ada di kampung mereka. Salah-satunya kuliner lokal, yakni paket makanan tradisional Ala Abar.

Promo paket makanan tradisional Ala Abar berlangsung di sela-sela Menoken Laptop Excel untuk Nokeners di Kampung Abar, Distrik Ebungfau, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua selama dua hari, Rabu (9/4/20925) dan Kamis (10/4/2025).

Kampung Abar adalah salah-satu kampung, yang selama ini mendapat pendampingan dari Komunitas Menoken Mamta.

Semua pihak yang terlibat dalam kegiatan menoken disebut Nokeners atau Penoken. menikmati paket makanan tradisional ala Abar sepuas-puasnya.   

Juru Masak Makanan Tradisional Ala Abar, Beatriks Felle mengatakan, paket makanan tradisional Ala Abar ini adalah makanan yang diwariskan secara turun-temurun dan diolah dengan resep dan teknik khas daerah. Makanan tradisional mencerminkan kekayaan alam dan budaya Suku Sentani.

Menurut Beatriks, makanan tradisional Ala Abar terdiri dari papeda, papeda bungkus, sagu bakar, ikan bakar, ikan goreng, ikan kua kuning, jantung pisang, bunga pepaya, singkong rebus, keladi rebus dan lain-lain.

Beatriks Felle mengatakan, paket makanan tradisional ala Abar ini dibanderol Rp 200.000/porsi untuk empat orang.

Bagi tamu atau pengunjung, yang ingin order dan reservasi setiap hari di 081219424460.

“Paket makanan Ala Abar memiliki gizi tinggi, higinis, enak, gurih dan harganya terjangkau,” ungkap Beatriks.

Perjalanan menuju Kampung Abar ditempuh selama 45 menit menggunakan speed boat dari Dermaga Yahim, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura.

Menoken Laptop Microsoft Word, untuk Nokeners di Kampung Abar, Distrik Ebungfau, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua, Jumat (4/4/2025). (Foto: Makawaru da Cunha/Papuainside.id)

Filosofi Menoken

Menoken adalah bagian dari program 3 M The Samdhana Institute. 3 M merupakan kepanjangan dari Menoken, Menanam dan Mem-BUMMA.

Menoken diinisiasi The Samdhana Institute adalah suatu gerakan bersama, yang terinspirasi dari nilai-nilai atau filosofi tas noken di Tanah Papua, yakni merajut tindakan dan membangun wadah, untuk menyambungkan komunitas, produk, pengetahuan, dan solidaritas.

Dengan demikian, menoken terdapat nilai-nilai yaitu kasih kerahiman, rajutan solidaritas, kekuatan dalam kelenturan, kedayagunaan, keterbukaan, memelihara kehidupan.

The Samdhana Institute adalah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), yang bergerak melakukan penguatan kapasitas bersama masyarakat adat dan komunitas lokal, khususnya terkait lingkungan hidup.

Beatriks Felle, salah seorang anggota dan pelatih Kelompok Gerabah Tradisional Titian Hidup Kampung Abar, menunjuk cara membuat gerabah menggunakan mesin meja putar modern. (Foto: Dok/Papuainside.id)

Produsen Gerabah Tradisional

Ketua Kelompok Gerabah Tradisional Titian Hidup Kampung Abar, sekaligus Inisiator Festival Helay Mbay Hote Mbay, Naftali Felle menuturkan di Kabupaten Jayapura terdapat 139 Kampung dan 5 Kelurahan.

“Kampung Abar merupakan salah-satu kampung wisata di Kabupaten Jayapura, yang dikenal sebagai produsen gerabah tradisionil atau sempe,” ucap Kepala Suku atau Ondoafi Kampung Abar.

Gerabah adalah kerajinan tangan yang terbuat dari tanah liat, yang dibentuk dan dibakar. Gerabah memiliki berbagai fungsi, seperti wadah penyimpanan, alat memasak, dan alat makan.

Ketua Kelompok Gerabah Tradisional Titian Hidup Kampung Abar, sekaligus Inisiator Festival Helay Mbay Hote Mbay, Naftali Felle. (Foto: Makawaru da Cunha/Papuainside.id)

Festival Helay Mbay Hote Mbay

Naftali menjelaskan, untuk mempertahankan tradisi gerabah tradisional, yang telah diwariskan para leluhur sejak delapan generasi lalu, maka Kelompok Gerabah Tradisional Titian Hidup Kampung Abar sejak tahun 2017, menggelar  Festival Helay Mbay Hote Mbay atau Pesta Makan Papeda didalam Sempe.

Pada Festival Helay Mbay Hote Mbay ke III tahun 2019, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura mencanangkan kampung Abar sebagai salah satu festival tahunan di Kabupaten Jayapura, selain Festival Danau Sentani (FDS).

Pemerintah Kampung Abar didukung Kelompok Gerabah Tradisional Titian Hidup Kampung Abar tengah mempersiapkan Festival Helay Mbay Hote Mbay ke V, yang direncanakan pada 28-30  September 2025 mendatang.
Naftali menuturkan, dalam bahasa Sentani, gerabah disebut helay. Dengan demikian, Helay Mbay Hote Mbay artinya makan papeda dalam gerabah.  

Naftali mengatakan, selama Festival Helay Mbay Hote Mbay ini, para pengunjung dapat menikmati papeda dan ikan kua kuning, yang disiapkan di dalam sempe.

“Para pengunjung akan kami sajikan makan papeda di dalam sempe sesuai tradisinya. Setiap pengunjung wajib makan bersama dalam kelompok didalam sempe. Selesai makan pengunjung dipersilakan membawa pulang sempe,” tukas Naftali, yang juga Kepala Suku atau Ondoafi Kampung Abar ini. 

Masyarakat Kampung Abar sebagian besar memiliki mata pencaharian nelayan dan bertani. Setiap petang kaum pria menjaring ikan di Danau Sentani, sedangkan kaum wanita membawa ikan menuju Dermaga Yahim, untuk dijual di sejumlah pasar di sekitarnya. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *