Program Si Ipar di Oksibil Tingkatkan Kemampuan Literasi Anak-anak

Anak-anak Binaan Rasaka Cartenz 2023 di Oksbil Pegunungan Bintangm antusias mengikuti pelajaran melalui program Si Ipar. (foto: Satgas Humas Rasaka Cartenz 2023)

PAPUAInside.id, JAYAPURA—Program Polisi Mengajar (Si Ipar) yang dilaksanakan Satgas Rasaka Cartenz Polda Papua terus bergerak maju di wilayah Pegunungan Tengah Papua dengan terus mengajar anak-anak membaca, menulis dan berhitung.

Di Oksibil, Ibukota Pegunungan Bintang, Satgas Binmas Ops Rasaka dengan pengajar Bripda Rudy Cakradini dan Bripda Sardiansyah mengajarkan perkalian dan pembagian kepada anak-anak didiknya, Sabtu (01/7/2023).

Dengan semangat tinggi, kedua polisi ini menggunakan metode belajar sambil bermain untuk memberikan pembelajaran yang menyenangkan bagi 19 anak binaan dengan latar belakang putus sekolah dan belum bersekolah.

19 anak ini mengikuti kegiatan belajar dengan materi perkalian dan pembagian dengan antusias. Mereka bertekad dapat menguasai materi itu dengan lengkap.

Kasatgas Humas Ops Rasaka Cartenz 2023, Kombes Pol. Ignatius Benny Ady Prabowo, S.H., S.I.K., M.Kom, memaparkan, implementasi Program Si Ipar telah berjalan selama enam bulan terakhir di Kabupaten Pegunungan Bintang untuk memacu kemampuan literasi anak-anak.

“Dalam pelaksanaannya, kami ingin memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk belajar dengan cara yang menarik dan menyenangkan. Kami percaya bahwa metode belajar sambil bermain dapat meningkatkan minat belajar mereka,” paparnya.

Benny berharap Program Si Ipar dapat membawa perubahan positif bagi anak-anak Distrik Oksibil dan daerah sekitarnya.

“Melalui pendidikan yang baik, kami ingin membantu meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak sehingga bisa memiliki masa depan yang cerah,” tambahnya.

Diketahui bahwa Kabupaten Pegunungan Bintang masih menghadapi tantangan dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) pada akhir tahun 2022, IPM Kabupaten Pegunungan Bintang masih berada pada kategori rendah, yaitu di bawah angka 60.

Dengan adanya Program Polisi Mengajar seperti ini, diharapkan dapat memberikan dorongan dan pendidikan yang lebih baik bagi anak-anak di daerah tersebut. Semoga kehadiran polisi sebagai pengajar dapat membawa perubahan yang positif bagi masa depan mereka. **

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *