Prof Yohannes Sardjono dari BRIN: Universitas Okmin Percepat Pembangunan di Pegubin

Bupati Pegunungan Bintang Spei Yan Bidana bersama Prof Yohannes Sardjono, APU dari BRIN. (foto: Aquino Ningdana).

PAPUAINSIDE.ID, OKSIBIL—Badan Riset Nasional Republik Indonesia Prof. Ir. Yohannes Sardjono, APU dari BRIN (Badan Riset Nasional Republik Indonesia) mengatakan hadrinya Universitas Okmin di Pegunungan Bintang akan mempercepat kemajaun pembangunan yang dilakukan pemerintah daerah.

Hal tersebut disampaikan Prof Sardjono saat menghadiri pengumuman kerjasama bidang pendidikan antara Pemda Pegunungan Bintang dan Pemerintah PNG (Papua New Guinea) di Kampus Universitas Okmin, Oksibil, Jumat (11/04/2025).

Prof Yohannes Sardjono, APU dari BRIN saat menghadiri pengumuman kerjsama bidang pendidikan antara Pemda Pgubin dan PNG di Universitas Okmin Papua, Oksibil. (foto: Aquino Ningdana)

Prof Sardjono menjelaskan perguruan tinggi memiliki tiga fungsi atau yang disebut tri dharma perguruan tinggi, yaitu pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Tiga fungsi perguruan tinggi ini, jika dimanfaatkan oleh pemerintah daerah maka sangat membantu dalam pembangunan.

Dicontohkan Prof Sardjono Pemda bisa menggandeng Universtas Okmin untuk melakukan penelitian supaya apa yang mahasiswa dan dosen pelajari di kampus bisa diterapkan dalam masyarakat. ‘’Kegiatan-kegiatan yang bersifat penelitian saya mohon agar seluruh dinas dapat bekerjasama dengan Universitas Okmin Papua. Supaya penelitian pengembangan dan penerapan ilmu yang diberikan dari perguruan tinggi ini supaya bisa mengekspor sumber daya alam yang ada di Pegubin,” ujarnya.

Begitu pula untuk fungsi pengabdian masyarakat, kata Prof Sardjono bisa bekerjasama dengan OPD yang ada. ‘’Saya juga berpesan, peran serta dalam pengabdian masyarakat di Universitas Okmin Papua lebih penting dan perlu pendampingan dari setiap OPD di lingkungan Pemda Pegubin,’’ jelasnya.

Meskipun Universitas Okmin Papua baru berusia tiga tahun, namun Prof Sardjono melihat pembangunannya sangat pesat. “Jadi dari tahun ke tahun pertumbuhan pembangunan mulai berkembang, tetapi saya bisa membedakan perubahan besar yang terjadi di Pegunungan Bintang adalah di tahun 2020 -2025, kenapa karena Bupati Spei telah berhasil menerobos pembangunan universitas ini secara cepat,’’ tegasnya.

Terkait dengan perubahan status universitas dari yayasan menjadi negeri Prof. Yohanes Sardjono menjelaskan tergantung penilaian dari pemerintah pusat melalui Dikti-Saintek dengan melihat penerapan tri dharma perguruan tinggi yang berlangsung di Universitas Okmin Papua.

‘’Saya yakin Universitas Okmin Papua ini bisa menjadi universitas negeri tinggal bagaimana kegiatan kita bersama dengan pemerintah pusat yaitu Dikti-Saintek dan berkomunikasi dengan baik, saya yakin terwujud,” jelas Sarjono.**  (Aquino Ningdana)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *