Presiden Prabowo Direncanakan Resmikan Universitas Okmin Papua di Oksibil

Bupati dan Wabup Pegunungan Bintang Periode 2025-2030, Spei Yan Bidana, ST, MSi dan Arnold Nam, SAP menyampaikan keterangan pers, ketika tiba di Bandara Oksibil, Senin (3/3/2025). (Foto: Humas Pemkab Pegubin)

Oleh: Makawaru da Cunha  I

PAPUAInside.id, OKSIBIL—Presiden Prabowo Subianto direncanakan meresmikan Universitas Okmin Papua (UOP) di Oksibil. Namun agendanya masih menunggu penyelesaian pembangunan salah-satu kampus di wilayah Pegunungan Tengah Papua ini.  

Hal ini disampaikan Bupati dan Wabup Pegubin, Spei Yan Bidana, ST, MSi dan Arnold Nam, SAP, ketika menyampaikan keterangan pers, ketika tiba di Bandara Oksibil, Senin (3/3/2025) pukul 12.30 WIT.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto melantik 961 orang Kepala Daerah  di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (20/2/2025). Dilanjutkan, retret kepala daerah di Akademi Militer (Akmil) Magelang 21 hingga 28 Pebruari 2025.  

Spei mengatakan, pihaknya telah bertemu Wamendiktisaintek Stella Christie menyampaikan, agar Mendiktisaintek Brian Yuliarto meresmikan UOP.

Namun, ungkap Spei, pihaknya masih mengupayakan Presiden Prabowo Subianto, yang datang meresmikan UOP.

Tiga Aset

Spei menjelaskan, UOP adalah tiga aset yang dimiliki Pemkab Pegubin. Pertama, SDA dan SDM yang Tuhan ciptakan,  kedua Pemkab Pegubin dan ketiga UOP.

Adapun alasannya, menurut Spei, universitas adalah industri. “Jadi kita sudah unggul, walaupun di pedalaman dan terpencil,” tandas Spei.   

Spei menjelaskan, pihaknya fokus mengirim anak-anak, untuk melanjutkan studi S2 dan S3. Setelah tamat mereka menjadi dosen di UOP, termasuk dua kandidat doktor.

Dikatakan Spei, UOP telah mendapat apresiasi banyak orang, walaupun daerah ini susah, tapi bisa menghadirkan sebuah perguruan tinggi swasta.

“Hal ini menunjukan, dimana ada universitas nanti orang datang. Jadi 10 atau 20 tahun kemudian disini orang akan bawa datang uang dari Boven Digoel, Yahukimo, Papua New Guinea (PNG), Keerom, Jayawijaya dan lain-lain,” ujar Spei.

Spei bersyukur Gubernur Papua Pegunungan sudah komitmen akan membangun asrama di Oksibil, untuk anak-anak dari 8 kabupaten kuliah di UOP.

“Ini berarti masyarakat yang punya tanah bisa bangun kos, rentan komputer, kursus bahasa Inggris, warung makan dan lain-lain, agar wilayah ini maju dan berkembang,” terang Spei.

Spei merencanakan listrik akan selesaikak tahun depan supaya Oksibin terang selama 24 jam.

Spei mengungkapkan, Pemkab Pegubin setiap tahun mengirim dan mengalokasikan dana, antara lain, mahasiswa kota studi Salatiga Rp 6 miliar pertahun, mahasiswa kota studi Jawa dan  Bali Rp 6 miliar pertahun, mahasiswa kota studi Bogor Rp 6 miliar pertahun, mahasiswa kota studi Jayapura Rp 6 miliar pertahun.

“Jadi uang kita bawa keluar, tapi suatu waktu orang bawa uang ke sini,” ungkap Spei.

Buka Jurusan Pertambangan

Spei mengatakan, UOP bakal membuka jurusan baru, yakni pertambangan untuk mendukung jurusan yang sudah ada. Hal ini lantaran wilayah Pegubin kaya akan SDA pertambangan, hanya saja belum dikelola maksimal.  

Sebagaimana diketahui, UOP didirikan pada 2021 lalu. Pembangunan kampus ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah pusat melalui APBN dan dikerjakan langsung Kementerian PUPR.

Terdapat berbagai program studi tingkat sarjana (S1) di UOP, yaitu Agroteknologi, Antropologi, Biologi, Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Matematika. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *