Prajurit Pos Kotis Satgas Pamtas Yonif 312/KH Ciptakan Alat Sepuh Besi

Prajurit Pos Kotis Satgas Pamtas Yonif 312/KH ciptakan alat sepuh besi sederhana memanfaatkan bahan daur ulang di Kampung Senggi, Distrik Senggi, Kabupaten Keerom, Papua. (Foto: Dok/Pendam XVII/Cenderawasih)

 

Oleh: Makawaru da Cunha  I

PAPUAInside.com, KEEROM—Memanfaatkan keterampilan untuk menciptakan kreatifitas, Prajurit Pos Kotis Satgas Pamtas Yonif 312/KH menciptakan alat sepuh besi sederhana memanfaatkan bahan daur ulang di wilayah perbatasan RI-Papua New Guinea (PNG), tepatnya di Kampung Senggi, Distrik Senggi, Kabupaten Keerom, Papua.

Demikian disampaikan Dankima Satgas Pamtas Yonif 312/KH Kapten Inf Puriadi  Mardan dalam rilis tertulisnya dari Keerom, Kamis  (07/01/2021).

Diungkapkan, selama melaksanakan tugas pengamanan di perbatasan RI-PNG, Satgas Yonif 312/KH selalu mengerahkan kemampuan yang dimiliki, untuk mengatasi kendala-kendala yang dihadapi masyarakat di perbatasan dalam rangka  membangun Sumber Daya Manusia (SDM) demi merawat rasa kebangsaan warga di tapal batas.

“Salah satunya seperti yang dilakukan Prada Tumiadi dengan keterampian yang dimilikinya menciptakan alat sepuh besi sederhana dengan memanfaatkan bahan-bahan daur ulang,” ucap Puriadi.

Terpisah, Tumiadi mengatakan ide menciptakan alat sepuh besi ini berawal dari  melihat barang-barang bekas yang rusak dan tak terpakai, sehingga muncul ide untuk membuat barang tak terpakai tersebut menjadi sesuatu yang bermanfaat.

Tumiadi menjelaskan, alat ini menggunakan blender bekas sebagai motor penggerak blower kemudian memakai panci bekas yang dibentuk menjadi plat sebagai baling-baling kipas, kemudian dirangkaikn menggunakan ember dan galon sebagai bodi. Blower ini kemudian dihubungkan dengan drum sebagai media pembakaran besi.

“Kreasi kami ini kami dedikasikan kepada masyarakat, khususnya yang ada di perbatasan, sehingga diharapkan dapat memberikan nilai guna atau menambah nilai ekonomi bagi masyarakat,” ungkap Tumiadi. **