PAPUAINSIDE.ID, ILAGA— Dalam rangka menyambut Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Puncak periode 2024-2029, Polres Puncak menggelar acara Doa Bersama Lintas Agama,yang dilaksanakan di Aula Negelar, Ilaga, Kamis (03/10/2024).
Kegiatan ini bertujuan untuk memohon agar Tuhan selalu melindungi tahapan Pemilukada di Kabupaten Puncak, agar Pilkada Serentak 2024, berlangsung aman, damai dan tentram dalam rencana Tuhan.
Turut hadir dalam doa lintas agama ini, Pejabat Bupati Puncak Nenu Tabuni dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pasangan calon bupati dan wakil bupati tokoh agama dan masyarakat, para ASN, termasuk perwakilan satuan-satuan penugasan TNI di Kabupaten Puncak.
Penjabat Bupati Puncak Nenu Tabuni memberikan apresiasi buat Polres Puncak yang sudah menggelar kegiatan ini, karena merupakan bentuk dukungan bersama terhadap terwujudnya pemilu yang aman, damai dan demokratis di Kabupaten Puncak, baginya kegiatan ini sangat strategis sebagai upaya memastikan stabilitas keamanan dan kondusifitas daerah selama tahapan pemilu berlangsung.
“Oleh karena itu, saya mengajak seluruh masyarakat, lembaga, dan tokoh agama di Kabupaten Puncak, terutama para pasangan calon bupati dan wakil bupati Puncak, tim sukses untuk bersama-sama mendukung proses ini dengan penuh tanggung jawab dan integritas serta memastikan setiap tahapan berjalan dengan lancar,” ucap Pj Bupati Nenu Tabuni.
“Saya juga mengingatkan kepada seluruh pasangan calon dan tim sukses agar menjalankan kampanye dengan penuh sportivitas, jujur, dan tidak menebar fitnah atau provokasi, masyarakat pun harus bijak dalam menyaring informasi, tidak mudah terpancing oleh berita bohong atau hoaks yang beredar, terutama di media sosial. Dengan demikian, masyarakat dapat mengambil keputusan yang tepat berdasarkan visi, misi dan program dari masing-masing pasangan calon, bukan berdasarkan provokasi yang bisa memecah belah,” tambahnya.
Sementara itu, Kapolres Puncak, Kompol I Nyoman Punia, dalam sambutannya menyampaikan pentingnya acara doa bersama ini, mengingat potensi kerawanan yang kerap menyertai pemilu, khususnya Pilkada yang dilaksanakan di kabupaten Puncak, merupakan salah satu kabupaten yang menjadi perhatian dari sisi kerawanan, sehingga polres ingin bergerak bersama dengan masyarakat dan butuh partisipasi dari tokoh agama dalam memberkan kesejukan bagi masyarakat dalam menghadapi pemilukada.
“Doa lintas agama yang kami laksanakan ini, semoga bisa memberikan kedamaian bagi keamanan di Kabupaten Puncak dan juga bagi para kontestan akan berlaga dalam pemilukada di kabupaten Puncak,” katanya.
Dalam hal keamanan, Kapolres juga menekankan bahwa Polri bersama TNI dan pihak terkait akan terus memantau potensi-potensi kerawanan, termasuk politik identitas, penyebaran isu-isu yang berpotensi memecah belah, serta hoaks dan ujaran kebencian. Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan pengamanan pemilu sangat bergantung pada peran serta aktif masyarakat.
“Kami berkomitmen untuk mengamankan Pemilu Serentak 2024. Namun, tanpa dukungan dari masyarakat untuk menjaga ketertiban, upaya ini akan sulit terwujud, personil kita terbatas sehingga butuh kerja sama semua masyaakat dalam menjaga kondisi keamanan di Kabupaten Puncak, selama tahapan maupun saat Pemilukada nanti,” kata Kapolres.** (Diskominfo Puncak)














