Polda Papua Siapkan 3.980 Personel Amankan Pilkada 2024

Wakapolda Papua Brigjen Pol Patrige Rudolf Renwarin, ketika diwawancarai di Jayapura. (Foto: Faisal Narwawan/Papuainside.id)

Oleh: Faisal Narwawan  I

PAPUAinside.id, JAYAPURA—Polda Papua menyiapkan 3.980 personel dalam rangka mengamankan Pilkada Serentak 2024.

Wakapolda Papua Brigjen Pol Patrige Rudolf Renwarin menjelaskan, pengaman dilakukan berdasarkan sumber skala ancaman yang ada.

Kata dia, ada beberapa hal yang mungkin disesuaikan jika melihat pelaksanaan Pileg dan Pilpres Pebruari lalu.

Hal itu terkait apakah ada pergeseran tempat pemungutan suara atau tidak atau apakah ada kebijakan yang dibuatkan penyelenggara (disatukan satu tempat) atau masih dilaksanakan di distrik -distrik.

Tentunya ini mempengaruhi penyerapan anggota Polri yang akan melakukan pengamanan di wilayah tersebut.

“Kita akan melihat perkembangan dari penyelenggara, apakah akan mengurangi atau menambah Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Namun, yang pasti  3.980 personel sudah disiapkan untuk pengamanan Pilkada nanti, ” ujar Wakapolda Papua Brigjen Pol. Patrige Rudolf Renwarin kepada wartawan di Jayapura, Kamis (6/6/2024) pagi.

Disinggung soal daerah rawan saat pelaksanaan Pilkada,  secara umum, kata Patrige, kerawanan yang masih ada adalah di wilayah Papua Pegunungan dan Papua Tengah.

“Pertimbangannya adalah karakteristik masyarakat di dua wilayah itu dan karakteristik daerahnya sendiri tentunya kondisi geografis yang mempengaruhi pengiriman logistik dan pelaksanaan pencoblosan sendiri,” katanya.

Selain itu, pertimbangan lainnya demografi wilayah tersebut.

“Karena terjadi persebaran penduduk yang tidak merata di dua wilayah ini, pegunungan dan tengah. Sehingga ini juga menjadi ancaman dalam pelaksanaan pilkada nanti,” jelas Patrige.

Tantangan pengamanan wilayah daerah rawan di Papua juga berkaitan dengan anggaran pengamanan dari pemerintah kabupaten sendiri.

“Sampai hari ini, mereka kesulitan di dalam menyiapkan anggaran untuk pengamanan, karena pelaksanaan pemilihan bupati dan wakil bupati ini, anggarannya full dibiayai kabupaten bukan provinsi ataupun pusat,” tuturnya.

Oleh sebab itu, ujarnya, keterbatasan anggaran yang ada, mereka harus mampu mengalokasikan anggaran untuk pengamanan.

“Memang, ada beberapa kabupaten, yang memenuhi kebutuhan anggaran sesuai dengan kebutuhan yang kita ajukan. Namun, faktanya sampai hari ini, karena berbagai pesoalan di kabupaten, sehingga masih banyak daerah yang tidak memenuhi kebutuhan anggaran yang kami ajukan, ini pastinya mempengaruhi  pengamanan termasuk dalam menentukan daerah rawan,” jelasnya.

Namun, ia memastikan Polri dalam hal ini Polda Papua telah siap mengamankan jalannya pilkada di Papua.

“Tentunya, kita libatkan TNI baik di daerah rawan terjadinya gangguan keamanan maupun objek vital lainnnya. Dan sudah menjadi tugas kami melakukan pengamanan, sehingga kami bersama TNI dan jajaran polres-polres akan melakukan pengamanan itu,” tutup Patrige. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *