Oleh: Makawaru da Cunha I
PAPUAINSIDE.ID, PURWAKARTA—Keberhasilan Pemerintah Indonesia membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Cirata, menjadi dorongan kuat bagi Papua untuk mempercepat langkah menuju transisi energi bersih.
PLTS Terapung Cirata terletak di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat (Jabar) diresmikan dan mulai beroperasi pada 9 November 2023, dan salah-satu obyek vital nasional, yang berdiri di atas Waduk Cirata memiliki kapasitas 192 MWp dan ditopang oleh 49 inverter.
Dengan skala tersebut, Cirata menjadi PLTS terapung terbesar di Indonesia, terbesar di Asia Tenggara, dan ketiga terbesar di dunia. Kapasitasnya mampu menopang kebutuhan sistem kelistrikan di Jawa, Sumatera, dan Bali.

Penampakan PLTS Terapung Cirata dari udara, Kamis (20/11/2025). (Foto: PT PLN (Persero) UIW Papua dan Papua Barat)
Pengembangan EBT di Papua
Assistant Manager Komunikasi dan Manajemen Stakeholder PT PLN (Persero) UIW Papua dan Papua Barat (UIWPB), Imam Alhakim, yang turut serta dalam kunjungan ke PLTS Terapung Cirata, Kamis (20/11/2025), mengatakan bahwa PLN terus memperluas pengembangan energi baru terbarukan (EBT) di Papua.
Ia menjelaskan, dari total sekitar 370 pembangkit yang beroperasi di Papua dan Papua Barat, sebanyak 190 di antaranya sudah berbasis EBT. Apalagi Papua memiliki potensi tenaga surya, antara lain di Amai dan Kali Biru (Kabupaten Jayapura), Mamberamo Raya, Merauke (Provinsi Papua Selatan), serta berbagai wilayah pesisir lainnya.

Outreach & Stakeholder Manager PT Pembangkit Listrik Jawa Bali Masdar Solar Energi, Respati Adi Katmoyo, saat menyampaikan penjelasan di PLTS Terapung Cirata, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Kamis (20/11/2025). (Foto: PT PLN (Persero) UIW Papua dan Papua Barat)
Jadi Referensi untuk Daerah Lain
Sementara itu, Plant Manager PLTS Terapung Cirata, Kirjono Mudiarto, menegaskan bahwa Cirata merupakan bukti nyata komitmen PLN dalam mendorong transisi energi nasional.
Karjono berharap model PLTS Terapung Cirata dapat menjadi referensi bagi daerah lain, termasuk Papua yang memiliki potensi energi surya besar sepanjang tahun.

Sebanyak 19 jurnalis dari Papua dan Papua Barat berpose bersama saat mengunjungi PLTS Terapung Cirata di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Kamis (20/11/2025). (Foto: PT PLN (Persero) UIW Papua dan Papua Barat)
Memberi Pemahaman Baru
Rosmini, Jurnalis Radar Sorong, mengungkapkan bahwa kunjungan ke PLTS Terapung Cirata membuka matanya tentang betapa besar aset dan potensi energi yang dimiliki bangsa Indonesia.
Ia mengatakan, pengalaman melihat langsung proses kerja PLTS mulai dari sistem produksi hingga listrik siap disalurkan memberi pemahaman baru yang sebelumnya tak pernah ia dapatkan.
Menurutnya, kesempatan mengikuti kunjungan ini adalah pengalaman istimewa. Selain melihat langsung teknologi PLTS terapung, suasana dan view waduk yang indah dan eksotik memberikan kesan mendalam.
Ia juga mengapresiasi PLN yang dapat menyelenggarakan kegiatan media gathering seperti ini, karena memberikan ruang bagi jurnalis untuk memahami secara rinci bagaimana energi baru terbarukan dikelola dan dikembangkan.
“Materi yang disampaikan sangat lengkap dan rinci. Kami jadi mengetahui bagaimana sebenarnya EBT ini dikelola dan mengapa PLN begitu berkomitmen mempertahankannya, agar terus bermanfaat bagi warga,” ujarnya.
Rosmini menambahkan, kunjungan ini membuatnya makin memahami betapa kompleksnya proses di balik penyediaan listrik, yang selama ini hanya ia rasakan sebagai konsumen.
“Ini luar biasa dan saya benar-benar takjub. Selama ini kita hanya tahu memakai listrik, bahkan kadang marah kalau listrik mendadak padam. Ternyata di balik itu ada proses produksi yang panjang dan sangat detail,” tuturnya.
Kunjungan ini merupakan bagian dari Lokakarya Kerja Sama Media dan Site Visit Teknis Pengelolaan Sumber Daya Energi Bersih yang digelar di PLTA dan PLTS Terapung Cirata, Purwakarta, pada 19–22 November 2025, dengan melibatkan 19 jurnalis dari Papua dan Papua Barat. **














