Pj Gubernur Papua Pegunungan Letakan Batu Pertama Gereja Katolik Pumo Musalfak

Penjabat Gubernur Papua Pegunungan, Nikolaus Kondomo, saat menyerahkan dana bantuan pembangunan Gereja Katolik Pumo Musalfak kepada Ketua Panitia Ketua Panitia Isak Wetipo. (Foto: Vina Rumbewas/Papuainside.id)

Oleh: Vina Rumbewas  I

PAPUAinside.id, WAMENA–Penjabat (Pj) Gubernur Papua Pegunungan, Nikolaus Kondomo, meletakan batu pertama pembangunan Gedung Gereja Katolik, Pumo Musalfak, Kampung Yiwika,  Distrik Libarek, Dekenat Pegunungan Tengah, Keuskupan Jayapura, Kamis (7/9/2023).

Pada kesempatan itu, Kondomo juga menyerahkan bantuan senilai Rp 100 juta kepada Ketua Panitia Pembangunan Gereja Katolik Pumo Musalfak, Isak Wetipo.

Selain itu, beberapa Kepala Dinas di lingkungan Pemerintah Provinsi  Papua Pegunungan juga turut memberikan bantuan.

Kondomo mengingatkan panitia pembangunan gedung Gereja Katolik Pumo Musalfak, untuk berpartisipasi menyelesaikan pembangunan gereja yang baru dimulai ini.

Kondomo juga mengingatkan panitia pembangunan Gereja Katolik Pumo Musalfak, untuk tidak mencari keuntungan pribadi atau kelompok dalam melaksanakan proses pembangunan gereja.

“Panitia harus bekerja dengan baik, bangun gereja itu bangun rumah Tuhan jadi panitia jangan cari untung,” ungkap Kondomo.

Menurutnya, dalam pelayanan membangun rumah Tuhan harus dilakukan dengan sungguh-sungguh dan penuh tanggungjawab, sehingga kehidupan setiap orang yang melayani akan diberkati.

“Dalam proses pembangunan gereja sering terjadi berbagai masalah, oleh sebab itu panitia harus bekerja sungguh-sungguh, sehingga target pembangunan tercapai dan kita yang bekerja diberkati Tuhan,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Isak Wetipo mengatakan pembangunan Gereja Katolik Pumo Musalfak, direncanakan dibangun selama 3 bulan. Dana yang dibutuhkan senilai Rp 2.5 miliar.

Dikatakan bantuan awal yang terkumpul yakni semen 300 sak, seng 300 lembar. Bantuan dana dari Pj Gubernur Papua Pegunungan Rp 100 juta, Wakil Bupati Jayawijaya Rp 30 juta.

“Kami punya komitmen, untuk menyelesaikan pembangunan Gereja Katolik Pumo Musalfak melalui swadaya umat,” ujarnya. **

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *