PAPUAINSIDE.ID, ILAGA— PJ Bupati Puncak Nenu Tabuni, S.Sos melaunching program Hari Belanja Pasar Mama-mama (Harpa Mama), untuk meningkatkan ekonomi mama-mama pedagang asli Papua di Pasar Ilaga, Puncak, Selasa (27/08/2024).
PJ Bupati Nenu Tabuni menetapkan setiap hari Selasa dan Jumat khusus bagi ASN, TNI, Polri untuk berbelanja di penjual mama-mama OAP di Pasar Ilaga.
Dalam acara launcing yang dihadiri Sekda Puncak, Ir Darwin Tobing, para pimpinan OPD, Kapolres Puncak, Dandim 1717 yang diwakili Danramil Ilaga, tokoh agama, tokoh masyarakat, kepala suku serta para ASN menyerbu jualan mama-mama di Pasar Ilaga.

Dalam kesempatan tersebut, Penjabat Bupati Puncak Nenu Tabuni menegaskan akan merelokasi kios-kios yang selama ini memenuhi pasar, selanjutnya pasar akan direnovasi dan nantinya akan dikhususkan bagi mama-mama Papua untuk berjualan.
“Nantinya Pasar Ilaga ini akan dibangun dan ditata ulang, sehingga rapi karena pasar ini mencerminkan wajah kota kabupaten, apalagi mama-mama kita mencari makan dan berjualan disini, harus indah dipandang, sehingga orang senang belanja disini,” tuturnya
Selain menetapkan hari Selasa dan Jumat sebagai Harpa Mama, PJ Bupati Nenu Tabuni juga menetapkan hari Sabtu untuk pasar murah. Pemerintah melalui Disperindag, Pertanian, Ketahanan Pangan, mengadakan pasar murah dengan menjual sembako dan juga daging wam, yang dipusatkan di Lapangan Trikora Ilaga.
“Selain kami pejabat dan pegawai TNI Polri berbelanja hari Selasa dan Jumat, masyarakat dan mama- mama juga harus berbelanja di pasar murah yang kami adakan di hari Sabtu, mama_mama butuh uang, kami pemerintah juga butuh uang” ajaknya.
Pasar murah tersebut, kata PJ Bupati Nenu bertujuan menekan inflasi, juga memberikan masukan untuk pendapatan asli Daerah (PAD).
Dalam kesempatan tersebut, Nenu juga menegaskan judi online dan segala jenis judi lainya, tidak boleh ada di pasar dan kota Ilaga.
Sementara itu, salah satu mama-mama pedagang asli Puncak mama Yorina Jikwa mengatakan menyambut baik program ini, karena dengan program ini, maka jualan mereka bisa habis terjual dan sangat membantu ekonomi mereka.
“biasa kami jualan, namun jika tidak laku, maka kami bawa pulang, kami rugi, sehingga kami senang dengan program ini ke depan perlu dilanjutkan lagi,” ungkapnya.** (Diskominfo Puncak)














