PJ Bupati Darwin Tobing Pantau Pelipatan Surat Suara Pemilu di Kabupaten Puncak

Penjabat Bupati Puncak, Ir, Darwin Tobing, MM, didampingi Kapolres Puncak Kompol I Nyoman Punia dan Dandim 1717/Puncak Letkol Inf, Jonatan Nadio Aprimanda, memantau ketersediaan logistik Pemilu dan pelipatan surat suara di Aula Bappeda Puncak, Ilaga. (foto: Diskominfo Puncak)

PAPUAINSIDE.ID, ILAGA— Pendistribusian surat suara Pemilu di Kabupaten Puncak dilakukan tiga hari sebelum pencoblosan 14 Februari 2024.

Hal tersebut disampaikan PJ Bupati Puncak Ir Darwin Tobing, MM saat memantau proses pelipatan surat suara di Ilaga, Rabu (24/01/2024).

“Kami selalu memantau tahapan pemilu di Kabupaten Puncak, bahkan pada tanggal 14 Januari 2024 kami sudah menggelar rapat koordinasi dengan penyelenggara pemilu, dalam diskusi tersebut, terungkap bahwa tahapan pemilu tetap jalan, dan logistik 100 persen sudah ada di Kabupaten Puncak, sesuai dengan jadwal,’’ jelasnya.

Pj Bupati Darwin menegaskan sudah melakukan pengecekan surat suara bersama Kapolres, Dandim dan semua kotak suara, surat suara untuk pemilihan Presiden, DPR-RI, DPD, DPR Provinsi dan DPRD Kabupaten sudah ada di Gudang logistic KPUD Puncak.

“Bahkan sejak pekan lalu sudah dilakukan pelipatan surat suara dan berlangsung sampai saat ini, artinya tahapan pemilu masih dalam tahap on the track, tidak ada keterlambatan,” tuturnya.

Rencana pendistribusian logistic ke 25 distrik sesuai kesepakatan Forkopimda dan pihak penyelenggara ditetapkan tiga hari sebelum hari pencoblosan 14 Februari 2024.

“Perlaksanaan Pemilu kan Rabu 14 Februari 2024, sehingga sejak Sabtu sudah ada pendistribusian, jika terpaksa maka  kami akan minta izin dari maskapai untuk hari minggu juga bisa membantu dalam angkutan surat suara,” ungkap mantan kepala Bappeda Kabupaten Puncak ini.

Dalam kesempatan tersebut, Pj Bupati mengimbau  kepada para calon peserta pemilu legislatif di Kabupaten Puncak, agar taat terhadap aturan dan harus mampu menjaga keamanan dan yang utama sebagai umat Tuhan harus mensyukuri apapun hasil yang akan diraih saat pemilu nanti, karena jika dihitung jumlah kursi di DPRD Puncak ada 25 kursi, andaikan ada jatah kursih otsus 6 kursi, maka jumlahnya akan menjadi 31 kursi, sementara total peserta pemilu di Kabupaten Puncak ada 320 orang, artinya cuma ada 6 persen yang akan terpilih.

“kami setiap ibadah di jemaat sudah sarankan, agar peserta pemilu legsilatif, agar jangan berkonflik, sebagai orang percaya siapapun yang terpilih itu kehendak Tuhan dan yang kalah juga harus menysukuri, sehingga jangan nantinya dampak dari pemilu ini justru merugikan masyarakat,’’ ungkapnya.

Sementara itu Kapolres Puncak Kompol I Nyoman Punia, S,Sos mengatakan TNI-Polri siap mengamankan tahapan pemilu, stiap hari menempatan 1 peleton anggota gabungan TNI-Polri untuk menjaga keamanan di Kabupaten Puncak, terutama di pusat Kota Ilaga, termasuk pengawalan terhadap kantor KPUD dan Kantor Bawaslu dan juga gudang logistik surat suara.

“Kami dari TNI-Polri selalu mengawal pemilu ini, saat ini masuk dalam tahapan kampaye terbuka, dan tetap kami kawal agar proses aman, ada personel ada yang kita tepatkan juga mengawal dan menjaga surat suara, siang dan malam, mereka siaga,” tukasnya.

“Apalagi ada aturan dari rapat bersama, tidak ada posko kemenanan dan bakar batu, karena itu sumber konflik, sehingga jika ada posko dan bakar batu juga pasti kita tiadakan,” tegasnya.

Hal yang sama juuga disampaikan Dandim 1717/Puncak Letkol Inf, Jonatan Nadio Aprimanda, bahwa TNI berkolaborasi dengan Polri dalam rangka mengawal tahapan pemilu di Kabupaten Puncak, sehingga berlangsung aman hingga hari pemungutan suara.** (Diskominfo Puncak)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *