Petugas Kebersihan Palang Pagar RSUD Wamena, Ini Tanggapan Direktur

Puluhan tenaga kebersihan di RSUD Wamena saat memalang pagar rumah sakit. (Foto: Vina Rumbewas/Papuainside.com)

Oleh: Vina Rumbewas  I

PAPUAinside.com, WAMENA—Puluhan petugas kesehatan yang bertugas di RSUD Wamena melakukan aksi pemalangan pagar rumah sakit secara sepihak pada Senin (18/10/2021).

Aksi ini sebagai bentuk protes terhadap pihak RSUD Wamena yang dinilai tidak mengakomodir para tenaga honorer di bidang kebersihan dalam pengangkatan Honorer K2.

Dalam poster yang dibawa para tenaga kebersihan  bertuliskan, ‘RSUD bermain dalam sistem yang gelap dan tidak jujur’, dan juga bertuliskan ‘anak putra daerah harus diangkat dan dihargai,’ tulisan-tulisan tersebut sebagai bentuk kekecewaan tenaga kebersihan karena datanya tidak dimasukan dalam pengangkatan K2.

“Kami minta agar kedepan kalau ada peluang untuk pengangkatan honorer K2 maka kami harus diakomodir, baik RSUD maupun dinas terkait,” ungkap Wayan Wetipo, seorang petugas kebersihan yang melakukan aksi protes.

Terkait rencana pengangkatan tenaga Honorer K2 tersebut pihaknya bahkan telah mengumpulkan berkas sebanyak tiga kali, namun tidak terakomodir.

Menanggapi ini, Direktur RSUD Wamena dr. Felly Sahureka mengatakan bahwa terkait dengan kuota pengangkatan CASN dari jalur K2 ini ada prosedurnya,  sehingga bukan pihak RSUD Wamena tidak mengakomodir tenaga kebersihan, tetapi ada aturan yang dikeluarkan Kemen-PANRB dan kuotanya sangat terbatas untuk Kabupaten Jayawijaya yang hanya mendapat jatah 600 orang.

“Sebelumnya kami sudah masukan usulan sebanyak 200 tenaga honorer lebih untuk diangkat. Tetapi dari 600 kuota Jayawijaya jika 200 lebih untuk RSUD Wamena saja maka tidak masuk akal, sehingga kita ikuti aturan yang dikeluarkan dengan menyaring dengan baik tenaga yang memang sangat dibutuhkan,” jelasnya.

Lanjutnya, penyaringan dilakukan sesuai analisa jabatan dimana hanya tenaga perawat, bidan, analis kesehatan, dan radiographer.

“Memang ada beberapa yang baru tetapi tenaga atau disiplin ilmunya langka sehingga ini yang dibutuhkan, dan memang informasi penerimaan CASN secara reguler juga tidak ada sehingga setelah berkoordinasi dengan BKD maka dimasukan karena profesinya dibutuhkan di RSUD Wamena,” tuturnya.

Lanjut dr.Felly, bukan berarti tenaga lain diabaikan, semua penting. Namun kembali lagi pada analisa dan peta jabatan.

Diakuinya tenaga kebersihan sangat dibutuhkan karena rumah sakit harus bersih, namun dari pengalaman lalu-lalu banyak tenaga kebersihan yang ongah-ogahan melaksanakan tugas setelah diangkat menjadi PNS.

“Saya pernah menyurat ke BKD dan Dinas Kesehatan untuk mengembalikan mereka karena sama sekali tidak mau melaksanakan tugas sebagai petugas kebersihan, padahal mereka diangkat karena petugas kebersihan, tetapi setelah berseragam mereka sudah tidak mau. Ini yang menjadi masalah,”

Lanjutnya, tenaga kebersihan sangat dibutuhkan namun bagaimana komitmen mereka setelah jadi pegawai nanti.

Aksi pemalangan yang dilakukan sejak pagi itu sempat menghambat pelayanan di RSUD Wamena, namun tidak berlangsung lama setelah kedatangan pihak kepolisian. **