PAPUAINSIDE.ID, ILAGA— Penumpang bersama crew pesawat Smart Air PK-SNJ dalam kondisi selamat ketika pesawat berpenumpang 15 orang ini tergelincir keluar dari landasan saat mendarat di Bandara Aminggaru, Ilaga, Puncak, Papua Tengah, Senin (05/02/2024).
Dalam video yang beredar dan diterima PAPUAINSIDE.ID tampak penumpang berlompatan lewat pintu, sementara pesawat tampak miring dan mengeluarkan asap.
‘’lompat, ayo lompat,’’ terdengar suara seseorang dalam video.
Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam persitiwa tersebut, hanya saja seorang penumpang Erina Murib ASN Puskesmas Beoga mengalami rasa sakit di bagian tubuhnya karena terinjak penumpang lain yang panik saat pesawat tergelincir keluar dari run way.
‘’Badan saya sakit terinjak orang dari depan yang ingin keluar, untung ada orang tua dalam pesawat dan kasih turun saya,’’ jelasnya di Ilaga.
Saat naik pesawat di Bandara Moses Kilangin Timika pukul 06.30 WIT, Erina sudah merasa tidak nyaman karena penumpang dalam pesawat berjumlah 15 orang termasuk anak-anak. ‘’Saya lihat begini, kenapa penumpang sampai 15 orang termasuk anak-anak, padahal dari dulu biasanya hanya 9 orang. Saya sudah takut,’’ jelasnya.
Saat mendarat kata Erina pesawat langsung belok ke kiri, padahal biasanya pesawat belok ke kanan untuk masuk ke tempat parkir lalu menurunkan penumpang. ‘’Pesawat belok ke kiri kemudian jatuh, penumpang panik dan berusaha keluar dari pesawat,’’ jelasnya.
Selanjutnya Erina bersama stafnya dibawa ke Puskesmas Ilaga kemudian menuju ke rumahnya, Erina dan stafnya ke Ilaga dengan tujuan menghadiri raker.
Sementara itu Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Ignatius Benny Ady Prabowo, S.H., S.I.K., M.Kom. dalam rilisnya menuliskan ada 12 penumpang dalam pesawat dan semuanya selamat.
‘’Pesawat yang dipiloti oleh Captain Pilot Ilman A dan Co Pilot Ilham membawa sejumlah penumpang, di antaranya dr. Yofri, Putu, Obet K, Melinus Tabuni, Erina Murib, Denius, Yulius, Irince, Melince, Weta, Julinus, dan Kior. Selain itu, pesawat juga membawa cargo dengan berat kurang lebih 2,6 kwintal,’’ jelasnya.
Kapolres Puncak, Kompol I Nyoman Punia S.Sos., menjelaskan bahwa cuaca pada saat pesawat take off dari Bandara Mozes Kilangin Timika sangat bersahabat, dan selama penerbangan, cuaca relatif baik, meskipun beberapa hari sebelumnya cuaca di wilayah Kabupaten Puncak cukup ekstrim.
“Kejadian tragis ini bermula saat pesawat hendak menuju apron/parkir, mengalami kegagalan rem pada roda belakang sebelah kanan. Akibatnya, pesawat secara spontan belok ke kiri, keluar dari jalur runway, menabrak pagar bandara, dan sebagian pesawat mengeluarkan asap,” terangnya.
Ia menyebutkan bahwa saat kejadian, warga dan aparat keamanan berlarian ke pesawat untuk membantu evakuasi penumpang dan awak pesawat. Saat ini, situasi di bandara dalam keadaan aman dan lancar.
Kapolres Punia menegaskan bahwa akan dilakukan koordinasi bersama pihak maskapai dan pihak terkait untuk langkah-langkah selanjutnya guna mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang. **














