PAPUAInside.com, JAYAPURA— Tenaga Staf Ahli Presiden Rini S Modow yang juga mengajak kaum perempuan untuk bangkit dan terus bersuara memperjuangkan hak-hak yang memang harus didapatkan.
Ajakan tersebut disampaikan Rini Modouw saat menjadi pembicara pada acara talk show peringatan Hari Kartini 58 di Obhe Ondofolo Ifar Besar Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Kamis (21/04/2022).
Peringatan hari Kartini yang dihadiri istri-istri Ondofolo di wilayah Sentani, jurnalis perempuan, mantan jurnalis serta undangan, mengadakan talk show berjudul Perempuan dan Budaya dan menampilkan pembicara Rini S Modouw Staf Tenaga Ahli Presiden dan Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan Sosial Budaya Politik dan HAM Kabupaten Jayapura Elfrida Jakarimilnena.

Rini mengatakan, perempuan saat ini tidak harus selalu mengurus masalah domestic saja tetapi juga harus melihat dan terlibat dalam kegiatan-kegiatan di luar untuk tujuan memajukan keluarga.
Perempuan harus tau apa yang menjadi hak dan kewajibannya baik sebagai istri, orang tua maupun sebagai warga masyarakat, contohnya hak mendapat perlindungan dari tindakan kekerasan.
‘’Jika mendapat perlakuan kekerasan, jangan didiamkan tetapi disampaikan ke lembaga terkait agar kekerasan yang dialami tidak terulang dan juga tidak terjadi ke orang lain. Perempuan juga harus mengertahui jenis kekerasan yang dialami baik secara fisik amupun verbal untuk bisa melindungi diri,’’ tegasnya.
Momen hari Kartini yang digelar di Obhe Onfolo Ifar Besar ini menurut Rini suatu kemajuan besar dalam adat Sentani karena perempuan sudah diberikan ruang melakukan kegiatannya di tempat yang dalam adat hanya diperuntukkan bagi kaum laki-laki.
‘’Ini kemajuan besar, dan saya mengapresiasi Ibu Onofolo Ifar Besar yang memberikan tempat untuk berkumpulnya istri-ostri Ondofolo melakukan kegiatan bersama,’’ jelasnya.
Dengan kegiatan ini, kata Rini, menandakan perempuan sudah diberikan ruang oleh adat untuk lebih maju lagi, dan kesempatan itu harus dipergunakan sebaik-baiknya demi kemajuan diri, keluarga dan masyarakat.
Berkumpulnya perempuan di Obhe Ondofolo Ufar Besar pasca covid-19 kata Rini juga sebagai kebangkitan perempuan dari keterpurukan akibat covid-19. ‘’Perempuan yang paling merasakan dampak dari covid-19 ini khususnya sisi ekonomi, namun adanya kegiatan ini menjadi momen untuk bangkit melakukan kegiatan-kegiatan untuk kemajuan baik ekonomi keluarga maupun ekonomi masyarakat,’’ jelasnya. **














