Oleh: Makawaru da Cunha I
PAPUAINSIDE.ID, JAYAPURA—Untuk pertama kalinya dalam 1,5 abad terakhir, masyarakat adat Namblong menyaksikan secara langsung prosesi pengukuhan Ketua Dewan Adat Suku (DAS) Namblong, Bernard Demotekay.
Upacara sakral ini menandai kebangkitan budaya dan identitas yang hampir hilang akibat tergerus modernisasi. Momentum bersejarah tersebut berlangsung di Kantor DAS Namblong, Kampung Nembukrang Sari, Distrik Nimbokrang, Kabupaten Jayapura, Jumat (28/11/2025), meski hujan rintik-rintik membasahi wilayah Grime Nawa.

Nimbrod Wouw mengalungkan noken kepada Bernard Demotekay dalam prosesi sakral pengukuhan Ketua DAS Namblong. (Foto: Papuainside.id/Makawaru da Cunha)
Prosesi dipimpin oleh Nimbrod Wouw, Iram Marga Wouw dari Kampung Ombrop, yang memasangkan mahkota adat dan mengalungkan noken kepada Bernard Demotekay, sebagai simbol tanggung jawab menjaga kesejahteraan masyarakat.
Acara juga diwarnai pembacaan deklarasi dalam bahasa asli Namblong, menegaskan amanah agar Ketua DAS Namblong untuk memelihara, melestarikan, dan menegakkan nilai-nilai budaya.
Pengukuhan ini disaksikan Bupati Jayapura, Yunus Wonda, beserta jajaran pemerintah daerah.

Bupati Jayapura Yunus Wonda berbincang hangat dengan Ketua DAS Namblong Bernard Demotekay usai prosesi pengukuhan yang sarat makna adat. (Foto: Papuainside.id/Makawaru da Cunha)
Bernard Demotekay menyatakan prosesi ini sebagai titik balik bagi masyarakat Namblong.
“Kurang lebih 1,5 abad, adat kami terkikis oleh modernisasi. Dengan pengukuhan ini, kami berupaya menata ulang dan mengembalikan jati diri orang Namblong,” ujarnya.
Bupati Jayapura menekankan pentingnya menghormati tatanan adat dan memaknai kantor DAS sebagai simbol martabat masyarakat.
“Ia harus berdiri tegak untuk mengayomi semua warga anak kecil, janda, duda, yatim piatu. Semuanya harus terlayani,” kata Yunus Wonda.
Dirut BUMMA PT Yombe Namblong Nggua, Yohana Tarkou, menyambut baik pengukuhan ini. Menurutnya, DAS Namblong juga akan menjadi wadah pemberdayaan masyarakat sekaligus pengelola sumber daya alam setempat.

Perwakilan Mitra BUMMA, BUMMA PT Yombe Namblong Nggua dan Komunitas Menoken Membumi Membumma berfoto bersama Ketua DAS Namblong Bernard Demotekay, menyampaikan SALAM MENOKEN sebagai simbol penghormatan dan kebersamaan masyarakat adat. (Foto: Papuainside.id/Makawaru da Cunha)
Bagi masyarakat Namblong, pengukuhan Bernard Demotekay bukan sekadar peresmian seorang ketua adat, melainkan simbol kebangkitan budaya dan identitas yang sempat hampir hilang. Saat hujan mereda dan langit kembali cerah, momentum ini menjadi harapan baru bagi pelestarian warisan leluhur dan penguatan jati diri masyarakat adat Namblong.
Sebelumnya, para Iram di wilayah Namblong menggelar musyawarah dan mufakat untuk memilih dan menetapkan Bernard Demotekay sebagai Ketua DAS Namblong, menggantikan Ketua sebelumnya Mathius Sawa yang telah wafat. **














