Oleh: Makawaru da Cunha I
PAPUAInside.com, SENTANI—Persiapan Kabupaten Mimika menyambut Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Tahun 2021 di Provinsi Papua telah mencapai 98 persen, untuk mensukseskan even olahraga nasional empat tahunan ini.
Demikian disampaikan Bupati Mimika, sekaligus Ketua Sub PB PON XX Mimika Eltinus Omaleng, usai pembukaan Chef de Mission (CdM) Meeting II PON XX Tahun 2021 Papua di Suni Garden Lake Hotel, Sentani, Kabupaten Jayapura, Rabu (07/04/2021).
Dikatakan peralatan untuk mendukung pertandingan hingga kini belum masuk, termasuk menyangkut akomodasi, transportasi, konsumsi dan keamanan.
Diketahui PON XX tahun 2021 di Provinsi Papua, dihelat di empat cluster masing-masing Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Mimika dan Kabupaten Merauke.
Khusus cluster Mimika dipertandingkan 9 Cabor dan 12 disiplin, yakni terbang layang, terjun payung, bola basket, panjat tebing, biliar, bola tangan, futsal, judo dan tarung derajat.
Dikatakan pihaknya tengah menyesaikan pembangunan venue, ditargetkan dalam bulan Agustus 2021 sudah tak ada lagi pembangunan atau mencapau 100 persen.
“Bulan September kami sudah mulai terima tamu, yang datang ke Timika,” katanya.
Sementara itu, Ketua Bidang I PB PON XX Papua, Yusuf Yambe Yabe menyatakan pihaknya menghadapi tantangan yakni pengadaan peralatan PON XX. Peralatan dibagi dua dari 56 disiplin ini 20 disiplin itu menjadi tanggungjawab PB PON XX. Sementara 36 disiplin lainnya tanggungjawab dari Kemenpora.
Untuk pengadaan peralatan atletik, futsal, dan bola tangan dari PB PON XX Papua. Sementara 9 disiplin lainnya tanggungjawab Kemenpora didalam 56 disiplin yang akan dibagi ke Papua.
Dikatakan khsusus untuk akomodasi hotel, sebagaimana arahan Gubernur Papua, sekaligus Ketua Umum PB PON XX Papua menyampaikan akomodasi menjadi urusan dari kabupaten dan kota.
Oleh karena itu, tambahnya, bantuan anggaran dari Presiden yang sudah diproses nanti langsung masuk ke kabupaten/ kota untuk pembiayaan akomodasi. Masing-masing pembiayaan konsumsi dan akomodasi, khususnya rehab venue. Sementara pembayaran hotel, karena yang memberikan izin untuk hotel ada di daerah adalah bupati dan walikota, maka sebaiknya itu diurus bupati dan walikota.
Menurutnya pihaknya menghadapi tantangan, ketika meminta kamar yang bisa disewa oleh PB PON, pihak hotel lebih banyak memberikan 50 persen. Sementara yang 50 persen dijual secara umum.
“Kami melihat bahwa ini kalau langsung dipegang oleh bupati dan walikota maka hotel bisa menjual 100 persen, maka optimalisasi pemanfaatan kamar dari sisi hotel akan lebih besar. Dengan begitu maka kami akan surplus kamar di tahun 2021 ini,” jelasnya. **














