Oleh: Makawaru da Cunha I
PAPUAinside.id, SENTANI—Komunitas Tuli Jayapura dan Pemuda Yotoro, didukung Samdhana Institut Papua tengah mempersiapkan penanam jagung tahap II seluas 2 hektar di Kebun Tuli Yotoro, Toware-Kampung Kwadeware, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua.
Diketahui, penanaman jagung perdana dilaunching Sekda Jayapura, Hana Hikoyabi, Senin (25/9/2023) lalu.
Bibit jagung yang ditanam adalah jenis Super BISI-18. Panen jagung perdana dilakukan sejak awal Januari 2024 lalu sebanyak 1 ton lebih.
Koordinator Samdhana Institut Papua, Piter Aloysius Roki, yang dihubungi Rabu (17/4/2024) mengatakan persiapan penanaman jagung tahap II telah dimulai dengan pembajakan lahan sebelum Idul Fitri 2024.
“Kami tunggu waktu untuk rotari atau penggempuran tanah, sekaligus menyiapkan bibit jagung,” ujar Roki.
Roki menuturkan, pihaknya juga tengah mempersiapkan tanaman tumpeng sari, seperti 13 anakan kelor, sirih, cabe dan kangkong cabut.

UNTUK Untuk mendukung penananam jagung tahap II, terang Roki, pihaknya bersama pengurus Kebun Tuli Yotoro menggelar audensi dengan Asisten II Bidang Perekonomnian dan Pembangunan Setda Jayapura, sekaligus Pj Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Jayapura, Dra Delila Giay, MSi.
Ternyata ia juga mendapat up-date informasi tentang perkembangan Kebun Tuli Yotoro, setelah dilaunching Sekda Kabupaten Jayapura.
“Beliau sangat setuju dan untuk dukungan berikutnya beliau minta pengurus Kebun Tuli Yotoro menyampaikan surat resmi apa saja yang dibutuhkan,” katanya.
Alhasil, Pengurus Kebun Tuli Yotoro telah menyampaikan bahan-bahan yang dibutuhkan, seperti bibit jagung kwalitas super, pupuk dan kegiatan pembajakan lanjutan.
Sementara itu, Humas Kebun Tuli Yotoro, Darius Michael Marweri mengatakan panen perdana jagung memang hasilnya belum maksimal.
Oleh karena itu, pihaknya mempersiapkan penanaman jagung tahap II lebih maksimal dan bibit yang lebih berkwalitas, agar mendapat hasil terbaik.
“Kitong kelola kitong pu lahan yang tidur ini, untuk diolah menjadi lahan produktif,” pungkas Darius. **














