Oleh : Vina Rumbewas I
PAPUAinside.com, WAMENA—Ketua Dewan Adat Papua (DAP) versi Musyawarah Besar (Mubes) Luar Biasa, Dominikus Sorabut menyatakan saat ini Papua sedang dilanda pandemi pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM), bahkan telah berlangsung sejak lama sebelum masa sulit akibat Covid-19 beberapa bulan terakhir.
Hal ini disampaikannya usai peringatan Hari Internasional Bangsa Pribumi Se-Dunia di Kantor Dewan Adat Hubula, Wamena, Senin (10/08/20).
“Momentum hari internasional bangsa pribumi se-dunia menjadi kolaborasi materi terhadap ancaman ketahanan masyarakat adat, yang mengalami Covid-19. Tapi juga kita di Papua telah menghadapi pandemi pelanggaran HAM yang begitu luar biasa,” ungkapnya.
Selain itu, melalui momen hari pribumi ini DAP Hubula juga menyatakan sikap menolak Otonomi Khusus (Otsus) Jilid II, yang ditawarkan pemerintah pusat.
“Demo yang kami lakukan demo yang martabat, berwibawa, dengan menghargai hukum-hukum formal dan kami lakukan dalam mengisi petisi,” katanya.
Menurutnya, penandatangan petisi ini sebagai bentuk dari konsultasi publik, sehingga apa yang menjadi amandemen oleh pemerintah pusat itu tidak melihat kebutuhan rakyat, dimana yang sesungguhnya harus dilakukan adalah evaluasi Otsus.
Menurutnya, Otsus tahap pertama levelnya les spesial semi negara bukan Otsus, tapi dipaksa untuk menjadi Otsus.
“Otsus sama dengan undang-undang yang lain tidak bergigi lalu sekarang kewalahan hampir Rp 92 triliun uang Otsus yang terpakai, padahal Otsus untuk masyarakat adat bukan bupati dan gubernur atau lainnya, namun untuk masyarakat adat titik,” tegas Dominikus.
Selama ini, Otsus ditawarkan untuk meredam aspirasi Papua merdeka, namun menurutnya konteks hari ini aspirasi Papua merdeka menjadi sebuah trend isu internasional.
“Kalau bicara keberhasilan Otsus, sebenarnya Otsus sudah gagal, karena kita bicara dengan affirmasi action misalnya di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi dan infrastruktur. Konteks yang lainnya adalah rakyat Papua hari ini sudah mendesak, untuk menentukan nasib sendiri,” paparnya. **














