Oleh: Nethy DS|
PAPUAInside.com, JAYAPURA— Penyidik Polresta Jayapura Kota saat ini sedang menyelidiki penyebab terbakarnya Los B1 dan B2 di Pasar regional Youtefa Selasa dinihari yang mengakibatkan sekitar 500 pedagang kehilangan harta bendanya.
Hal tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Jayapura H Rustan Saru saat memimpin tim Pemkot meninjau pasar terbesar di Kota Jayapura tersebut, Selasa (21/07/2020).
‘’Saat ini penyidik sedang melakukan penyelidikan dan menbutuhkan waktu sekitar tiga hari jadi nanti Sabtu baru kita dapatkan hasilnya,’’ terang H Rustan Saru.
Los B1 dan B2 ditempati pedagang barang campuran, penjual ayam, telur, barang pecah belah yang jumlahnya sekitar 500 pedagang.

Kebakaran yang terjadi Selasa subuh menurut Wakil Wali Kota merupakan musibah yang kesekian kalinnya terjadi di pasar Youtefa. ‘’Ini adalah musibah pemerintah prihatian dan akan segera mengatasi masalah ini. Masyarakat mohon bersabar dan jangan menduga-duga bahkan memprovokasi penyebab kebakaran, karena inilah atau karena itulah. Mari kita menunggu hasil penyelidikan penyidik kepolisian apa yang sebenarnya terjadi apakah ada kesengajaan atau karena korsleting listrik. Diimbau kepada masyarakat yang memiliki infromasi seputar terjadinya kebakaran agar dilaporkan ke penyidik,’’ jelasnya.
Dikatakan, saat ini juga tim dari Dinas Perindakop sedang melakukan pendataan terkait kerugian serta pedagang yang mengalami musibah, dan selanjutnya akan dilakukan pembersihan agar lokasi bisa digunakan kembali untuk berdagang.

Pembersihan baru akan dilakukan setelah tim penydidik selesai mengumpulkan barang bukti yang diperlukan.
Pasar Regional Youtefa terbakar Selasa (21/07/2020) dinihari sekitar pukul 02.15 WIT.
Ahmad (31) salah satu pedagang klontongan dan kosmetik yang juga korban dari peristiwa tersebut mengatakan, api mulai terlihat pada pukul 1.30 WIT.
Dirinya tak sempat menyelamatkan barang dagangan, mengigat api sudah membesar. “Kita tidak sempat selamatkan yang di los A sini, saya datang jam 3.30 WIT, sudah habis semua,” jelas Ahmad.
Ia juga mengaku belum mengetahui pasti penyebab kebakaran tersebut. **














