Penutupan Bandara Wamena Diputuskan, Setelah Pertemuan Asosiasi Bupati Se Peguteng

Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua, SE, MSi. (Foto:Vina Rumbewas/Papuainside.com)

Oleh: Vina Rumbewas  I

PAPUAInside.com,WAMENA—Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua, SE, MSi memastikan belum bisa dilakukan penutupan Bandara Wamena atau penghentian sementara penerbangan pesawat penumpang, karena hal tersebut masih harus dirapatkan dengan para bupati yang tergabung dalam Asosiasi Bupati Se Pegunungan Tengah (Peguteng).

“Penutupan bandara Wamena baru akan diputuskan setelah kami rapatkan dengan asosiasi bupati se Peguteng Papua. Karena hampir semua kabupaten pemekaran akses penerbangan semua lewat bandara Wamena,” ungkap Bupati Jayawijaya, Rabu (17/02/2021).

Rencananya rapat bersama asosiasi bupati se Peguteng akan dilakukan dalam waktu dekat untuk membicarakan rencana penutupan bandara Wamena dan juga pembatasan akses keluar masuk jalur darat dari Jayapura, Yalimo, dan Wamena.

Rencana penutupan bandara Wamena dan pembatasan akses keluar masuk Wamena ini dilakukan pasca bertambahnya pasien positif Covid-19 dua bulan terakhir ini.

Sehingga dengan penutupan akses masuk jalur datar dan udara bertujuan untuk mentracking penularan lokal yang terjadi di kalangan masyarakat.

Pada kesempatan itu, bupati mengingatkan para aviasi penerbangan penumpang yang melayani penerbangan penumpang baik dari Jayapura-Wamena maupun pesawat-pesawat kecil yang melayani penerbangan ke daerah pos-pos untuk memperhatikan kebersihan fasilitas penerbangan masing-masing.

“Selama ini kan disetiap penerbangan penumpang tidak ada penyemprotan ataupun atur jarak duduk penumpang. Pelayanan di dalam pesawat seperti biasa sebelum pandemi. Ini harus diperhatikan setiap aviasi yang melayani penerbangan penumpang,” kata Banua.

Menurutnya, lengahnya penerapan protokol kesehatan di dalam pesawat tentu sangat berpeluang terjadi penularan virus Covid-19. **