Oleh: RF I
PAPUAinside.id, WAMENA–Penjabat Gubernur Provinsi Papua Pegunungan, Velix F Wanggai membeberkan bahwa saat ini ada 12 agenda, yang harus dipersiapkan pemprov Papua Pegunungan, mulai dari perencanaan, kewilayahan, pengisian ASN dan rencana tata ruang, termasuk bagaimana penyiapkan sarana dan prasarana pemerintahan yang disebut Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP).
“Kehadiran provinsi baru ini tentu kita harus melakukan pelayanan-pelayanan publik, layanan publik harus memiliki kantor, oleh sebab itu, kita sudah punya beberapa lokasi yang tentu dibahas secara terbuka, sehingga ada keputusan bersama untuk kita membangun wilayah yang saat ini opsinya yakni kawasan Wouma dan Welesi,” ungkap Velix kepada media di Wamena baru-baru ini.
Pemprov Papua Pegunungan bahkan telah menyiapkan master plane dalam desain pengembangan KIPP, yang tematiknya adalah Green Ethics Government Cluster (GEGC).
Menurutnya, dari sisi ijin lokasi Konformasi Kesesuaian Kegiatan Pungutan Ruang (KKPR) sudah diterbitkan pemerintah Jayawijaya sejak tahun 2023, dan kementerian telah mendelegasikan ijin lokasi kepada kabupaten, sehingga pemprov Papua Pegunungan mulai merancang desain perkantoran.
“Pada prinsipnya kami sangat terbuka untuk berbicara dengan berbagai pihak, dan kita mencoba mengelola satu kawasan ini dengan tematik GEGC, dengan tema spesifik yakni Urban Farm New Town (UFNT),” beber pj gubernur.
Dijelaskannya, UFNT yakni pembangunan suatu kota yang tetap berbasis pertanian, yang mana terdapat ada zona inti dan zona penyangga.
“Jadi itu tema besar kita, yakni UFNT. Jadi kota pemerintahan yang tetap berbasis pertanian, dan itu sebagai konsep jalan tengah untuk tetap menghormati aspek lingkungan hidup, green, dan juga menghargai aspirasi dari sodara-sodara kita, bahwa lahan pertanian dijaga di zona kita. Jadi nantinya kita tidak gunakan seluruh lahan pertanian itu untuk kawasan kantor, tapi ada zona-zona untuk kawasan pertanian,” tutupnya. **














