Oleh: Faisal Narwawan I
PAPUAinside. id, JAYAPURA—Penembakan Pesawat Trigana Air PK-YSC B737-500 di Bandara Nop Goliath, Dekai, Yahukimo, Papua Pegunungan, beberapa waktu lalu bisa jadi sebagai bentuk pengalihan isu dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) ataupun sebagai bentuk pencarian popularitas.
Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D. Fakhiri menegaskan hal itu merupakan kebiasaan KKB dalam melancarkan aksi-aksinya di Papua.
“Mereka lihat di Nduga berhasil dengan membawa pilot jadi mereka juga melancarkan aksinya supaya terlihat ada, ini menjadi kebiasaan mereka. Dapat senjata, langsung mendirikan kelompoknya sendiri,” ungkap Irjen Pol. Mathius D. Fakhiri, Selasa (14/3/2023).
Menangani aksi-aksi KKB di Yahukimo, Kapolda Fakhiri menegaskan tengah meningkatkan pengamanan di area bandara Dekai.
Sebelumnya, Pesawat Trigana Air PK-YSC B737-500 yang landing dan take off menuju Bandara Sentani membawa penumpang sebanyak 66 orang tersebut diketahui mendapat gangguan tembakan oleh OTK hingga menyebabkan salah satu bagian bawah pesawat berlubang.
Tak hanya itu, ujar Kapolda, pengamanan yang dilaksanakan di Bandara Nop Goliat dilakukan secara terbuka dan tertutup, yang meliputi area penumpang, parkiran pesawat, area cargo dan run way hingga di luar area pendaratan dan lepas landas di seberang Sungai Brasa.
Pengamanan melibatkan Personil Polres Yahukimo, Tim Lidik Satgas Damai Cartenz serta Personil TNI Kodim 1715 Yahukimo dan rencananya akan ditambah oleh 2 SST Brimob yang akan diterbangkan menuju Yahukimo, untuk mengantisipasi serangan KKB terhadap pesawat yang akan beraktifitas nantinya.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Ignatius Benny juga mengatakan bahwa pasca kejadian tersebut aparat memeriksa 7 orang untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut, namun aparat telah memulangkan diantaranya 6 orang karena tidak ada keterkaitan dengan kejadian penembakan.
“Untuk 1 orang yang masih ditahan, diketahui keterlibatannya dalam Kelompok Kriminal Bersenjata yakni EG (23) yang tergabung dalam KKB KODAP XVI Pimpinan Kopi Tua Heluka Batalion Yamue,” ungkapnya.
Ia menambahkan, EG saat ini masih dalam tahap pemeriksaan lebih dalam guna mengungkap siapa saja yang menjadi dalang pada peristiwa penembakan Pesawat Trigana Air PK-YSC B737-500 beberapa hari lalu. **














