Pendidikan Berbasis Budaya Lokal Jadi Prioritas, Bupati Ingin Lestarikan Identitas Suku

Bupati Pegunungan Bintang Spei Yan Bidana, S.T, M.Si siap-siap memimpin apel pagi diikuti Sekda Jeni Linthin, S.H, M.Si. (foto: Aquino Ningdana)

PAPUAINSIDE.ID, OKSIBIL—Bupati Kabupaten Pegunungan Bintang, Spei Yan Bidana, S.T, M.Si, menegaskan pentingnya pendidikan berbasis budaya lokal untuk melestarikan identitas suku bangsa yang mulai tergerus. Hal ini menjadi salah satu poin utama dalam pembahasan Musrenbang Otsus dan RKPD Kabupaten Pegunungan Bintang tahun 2026.

“Kita harus kembalikan pendidikan adat yang sudah mulai hilang, karena banyak marga yang identitas dan bahasanya sudah hampir hilang. Ini menjadi tugas ketua komunitas untuk memastikan pendidikan adat tetap berjalan dan melestarikan keutuhan alam yang diberikan Tuhan,” ujar Bupati.

Ia menyampaikan bahwa kepemimpinan di daerah ini akan meninggalkan dua warisan penting bagi generasi mendatang, yaitu pendirian universitas untuk mencerdaskan masyarakat dan pengakuan terhadap masyarakat hukum adat dengan konsep pembangunan berkelanjutan yang mencakup aspek fisik, manusia, dan ekonomi

“Kita akan meletakkan pondasi yang kuat untuk generasi mendatang, bukan sekadar bermain-main dalam pembangunan,” tegasnya.

Bupati juga menyampaikan kekhawatiran tentang masuknya pengaruh negatif seperti ganja, minuman keras, dan togel yang dapat merusak masyarakat. “Saya sudah berkomitmen bahwa tidak akan ada lagi orang dekat dengan saya yang terlibat dalam hal-hal yang dilarang adat dan agama. Negara telah memberikan kita wewenang untuk menjaga rakyat, jadi mari kita lakukan dengan baik,” katanya.** (Aquino Ningdana)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *