Penanganan Stunting Perlu Kerjasama Lintas OPD

Plt.Sekda Jayawijaya Drs.Tinggal Wusono M.A.P saat memberikan materi pada kegiatan Rembuk Stunting yang berlangsung di Wamena. (Foto: Vina Rumbewas)

Oleh: Vina Rumbewas |

PAPUAInside.com, WAMENA – Penanganan stunting di Jayawijaya perlu dilakukan lintas sektor, sehingga perlu dilakukan rembuk bersama untuk memberikan informasi pembagian tugas dari masing-masing pokja yang ada di setiap OPD.

Hal ini diungkapkan Plt.Sekda Jayawijaya Drs.Tinggal Wusono M.A.P usai memberikan materi pada kegiatan Rembuk Stunting yang berlangsung pada Selasa (07/12/2021).

“Bagaimanapun penanganan stunting tidak bisa berdiri per OPD tetapi bersifat kolektif, baik itu kebijakan makro, pemda kabupaten, provinsi  dan pusat  termasuk bagaimana implementasinya secara pelaksanaan di kampung-kampung,” ungkapnya.

Pemerintah berharap pertemuan ini nantinya bisa memperkuat sinergitas dari OPD, dan bagaimana membangun komunikasi dengan masyarakat secara baik, sehingga apa yang menjadi tujuan bersama dalam penanganan Stunting bisa diwujudkan.

“Tahun ini Program Pengetasan Stunting ada di 18 distrik dan 21 kampung, karena untuk masalah ini tidak ditemukan banyak anak yang berstatus stunting dan hanya mendapatkan 1 atau dua di setiap distrik, sehingga ini yang ditetapkan menjadi indikator dan syarat untuk dilakukan pengentasan,” jelas plt Sekda.

Program pengentasan stunting ini adalah kegiatan bersama, sehingga jika masing -masing OPD berjalan sendiri -sendiri maka output pekerjaannya tidak maksimal.

Lanjut Tinggal Wusono, dalam penanganan stunting juga harus melibatkan para kepala kampung, karena harus ada kader yang menjadi perpanjang tangan pemerintah untuk dapat mengajak masyarakat untuk menjalankan program stunting.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jayawijaya dr. Willy E Mambieuw, SpB menyatakan bahwa SK penanganan stunting sudah ada sejak tahun 2019, sudah dibentuk pokja-pokja serta sembilan aksi yang harus dilakukan.

“Jadi memang untuk penentuan lokus itu dari kami Dinkes, namun dalam penanganannya harus kita rembuk dengan beberapa OPD di lingkungan Pemda Jayawijaya, artinya kita ingin melihat program dari OPD untuk lokasi lokus penanganan stunting ini seperti apa,” ungkapnya.

Meskipun masalah pengentasan stunting ini menjadi tanggungjawab Dinkes namun tetap perlu kerja sama antar OPD dan pemerintah tingkat distrik. **