Pemuda Yahukimo Sampaikan Terima Kasih Kepada PAN dan Golkar

Intelektual asal Yahukimo Titus Lao Mohy S.Si.M.Si (foto; nethy ds/dokumen PAPUAInside.com)

PAPUAInside.com JAYAPURA— Pemuda Yahukimo berterima kasih kepada PAN dan GOLKAR karena mengusulkan dua tokoh asal Yahukimo ke bursa pencalonan wakil gubernur Papua untuk menggantikan Almarhum Klemen Tinal.

Ucapan terima kasih tersebut dilontarkan intelektual Yahukimo, Titus Lao Mohy S.Si.M.Si karena dua partai tersebut memperhitungkan SDM asal Yahukimo.

Dua tokoh asal Yahukimo yang masuk bursa pencalonan wagub Papua adalah DR Ones Pahabol, SE.MM yang dicalonkan Golkar dan Abock Busup, MM yang dicalonkan PAN.

“Diusulkan nama saja kami merasa bangga dan merasa dihargai dan itu sebuah penghargaan bagi kami masyarakat Yahukimo khususnya Dapil V Papua pada umumnya. Sebab selama ini SDM Yahukimo tidak diperhitungkan dalam birokrasi di tingkat provinsi. Padahal dukungan suara dari dapil V sangat signifikan. Tapi realitanya seperti yang kita ikuti selama ini, Dapil V diabaikan terus. Tapi kami berterima kasih keada pengurus Partai PAN dan Golkar, karena sudah memperhitungkan tokoh-tokoh politik dari Yahukimo,’’ ungkap salah satu intelektual Yahukimo, Titus Lao Mohy Selasa (27/07/2021).

Menurutnya, kedua tokoh asal Yahukimo tersebut akan bersaing secara sehat melalui mekanisme yang ada, sehingga generasi Yahukimo terus mendukung dalam doa, agar diantara kedua ini bisa mendapat kesempatan menduduki posisi 02 Papua.

“Kurang lebih 8 tahun kami hanya menonton, kami tidak dilibatkan dalam mengisi pembangunan di Dok II. Pemerintahan Lukmen tidak pernah akomodir SDM dari dapil V untuk mengisi salah satu kabinet di pemerintahan Lukmen di Papua. Sisa dua tahun ini semoga Gubernur Lukas Enembe berpihak ke tokoh dari Dapil V. Kalau tidak diperhitungkan juga tidak masalah, karena itu hak Bapak Gubernur. Kami siap jadi penonton setia,’’ tegasnya.

Terkait kondisi tersebut, Lao Mohy juga menolak statement Ketua Asosisasi Bupati sePegunungan Tengah Papua yang mendesak Gubernur Papua Lukas Enembe memperhatikan pembangunan di Yahukimo dan Pegubin.

“Pernyataan itu kami tolak secara tegas karena pembangunan itu untuk  siapa? Jadi saran saya pembangunan  itu diarahkan ke kabupaten yang ada penduduk. Di Dapil V ini kan kami sudah tidak diperhitungkan,  seolah-olah tidak ada penduduk karena kami dilupakan. Gubernur Papua selama dua periode ini ambil suara dimana? Kalau sudah terlanjur dilupakan kenapa harus dipaksa untuk diberi perhatiaan. Begitu kan,’’ kesalnya.

Pihaknya menolak pernyataan tersebut dengan beberapa alasan, salah satunya dimana pembagian dana Otsus juga tidak proporsional sesuai dengan kondisi daerah. Kebijakan Gubernur Lukas sangat bagus, hanya pembagiannya juga tidak proporsional.

“Pembagian dana Otsus dari presentase 80-20 itu juga tidak proporsional. Kalau ukurannya berdasarkan jumlah penduduk dan tingkat kesulitan daerah, kenapa Yahukimo mendapat dana Otsus dibawa dari kabupaten tetangga. Ini diskriminatif. Semoga kedepan ada perubahan,” harapnya. **