Oleh: Nethy DS |
Papuainside.com, Jayapura—Pemuda Panca Marga Papua mendukung Polda Papua memproses hukum pelaku demo anarkis di Kota Jayapura dan daerah lainnya di Papua.
Dukungan tersebut disampaikan Ketua PPM Papua Boy Markus Dawir saat bersilaturahmi dengan Kapolda Papua Irjen Pol Rudolf A Rodja, akhir pekan, Jumat (20/9) di Mapolda Papua Jayapura.
“Sebagai organisasi pejuang veteran berkesempatan bersilaturahmi dengan Kapolda Papua, sekaligus menyampaikan dukungan kepada pihak kepolisan, bahwa mendukung proses hukum kepada pelaku aksi anarkis, melakukan pembakaran, perampokan, perampasan hingga penjarahan bahkan ada korban jiwa,” ujar Ketua Pemuda Panca Marga Provinsi Papua Boy Markus Dawir dalam rilis yang diterima Papuainside.com, Minggu (22/9).
Pemuda Panca Marga Provinsi Papua adalah organisasi yang menghimpun anak-anak veteran perang terutama yang berjuang dalam peristiwa pembebasan Irian Barat.
Dikatakan, Pemuda Panca Marga Provinsi Papua juga untuk memberikan dukungan kepada Polri untuk tetap menjaga situasi Kamtibmas di Papua.
“Kami juga berharap kepada TNI/ POLRI tetap disiagakan terutama pada obyek-obyek vital dan sarana prasarana publik strategis, kami tidak ingin agar Polri dan TNI kecolongan. Karena jumlah masyarakat tentu lebih banyak dari petugas keamanan. Jika terjadi sesuatu gangguan siapa yang bisa mengatasi? Maka untuk sementara ini kami anggap penambahan pasukan masih diperlukan,” ujarnya.
Dirinya mengajak masyarakat melaksanakan aktivitas dalam keadaan damai dan tetap menjaga kedamaian dalam Kota Jayapura serta tidak terhasut dengan hal – hal yang memprovokasi keadaan.
Ditegaskan, jika ada pihak – pihak yang meminta aparat kepolisian dipulang kembali ke daerah asalnya, maka hal ini perlu dipertanyakan kepada yang bersangkutan, sebab semua masih dalam keamanan Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang harus memberikan jaminan keamanan kepada warga masyarakat.
“Pemuda Panca Marga Provinsi Papua mendukung langkah TNI/Polri menambah pasukan di Papua. Pasalnya selain untuk memastikan situasi benar-benar kondusif, penempatan pasukan di Papua untuk memberikan jaminan keamanan bagi masyarakat umum,’’ ujarnya.
Ditambahkan, siapa yang bisa menjamin keamanan di Papua terutama juga kota strategis seperti Jayapura? Karena situasi bisa saja berubah kapan pun. ‘’Saat ini boleh saja sudah relatif terkendali tetapi ke depan belum ada jaminan akan terus aman. Jadi kami berikan dukungan adanya penambahan pasukan sampai situasi di Papua benar-benar aman,” ungkap Boy Markus Dawir, yang juga Anggota DPR Papua ini. **













