Oleh: Makawaru da Cunha I
PAPUAinside, JAYAPURA—Pemuda Katolik Komisariat Daerah (Komda) Papua minta Komisi Nasional Hak-hak Asasi Manusia (Komnas HAM) dan Tim Investigasi Independen segera melakukan investigasi terkait peristiwa Kiwirok. Pasalnya, jika peristiwa Kiwirok tidak direspon dengan cepat, maka dikwatirkan akan berkepanjangan.
Demikian disampaikan Ketua Pemuda Katolik Komda Papua, Alfonsa Jumkon Wayap melalui Press Release, Rabu (29/9/2021).
Diketahui Ketua Pemuda Katolik Komda Papua Alfonsa Jumkon Wayap, melantik Pengurus Pemuda Katolik Komisariat Cabang (Komcab) di Pengunungan Bintang, belum lama ini.
“Pasca-peristiwa Kiwirok hingga kini, penurunan pasukan TNI-Polri terus dilakukan demi pengamanan di wilayah tersebut. Dalam situasi seperti itu, diharapkan warga sipil harus mendapat perlindungan dan perhatian serius,” ujar Alfonsa.
Dari pantauan Ketua Pemuda Katolik Komda Papua, sebagian warga Kiwirok sudah mengungsi ke ibu kota Kabupaten Pegunungan Bintang.
“Mereka terdiri dari anak-anak dan orang dewasa, berjalan kaki dari Kiwirok atas inisiatif sendiri dan tinggal di sanak-saudara. Dan belum dipastikan kembali, apabila kondisi belum kondusif,” katanya.
Situasi ini mendapat tanggapan Wakil Ketua Bidang Hukum dan HAM Pemuda Katolik Komcab Pegunungan Bintang, Yusuf Katpum dengan tegas minta agar Komnas HAM dan tim investigasi segera melakukan pencarian fakta yang indepen dan secepatnya bekerja.
“Kepada pihak-pihak terkait untuk secepatnya mengambil langkah, supaya konflik tidak meluas dan berkepanjangan. Pemerintah daerah segera melakukan evakuasi terhadap masyarakat sipil ke tempat yang layak dari sisi kenyamanan dan keamanan mereka juga dijamin,” terangnya.
Pemuda Katolik Komda Papua dan Komcab Pegunungan Bintang minta agar TNI-Polri tidak melakukan tindakan represif terhadap masyarakat sipil. Mereka perlu dilindungi, diberikan kenyamanan, dan terhindar dari perlakukan intimidasi dan kekerasan fisik.
Pemuda Katolik Komda Papua dan Komcab Pegunungan Bintang minta kepada kedua belah pihak dalam hal ini pihak OPM dan TNI-Polri untuk tidak melakukan manuver saling serang. Sangat disayangkan, jika konflik itu terjadi lantaran kepentingan politik. Dan masyarakat sipil menjadi korban kepentingan.
Pemuda Katolik Komda Papua dan Komcab Pengunungan Bintang berharap pendekatan keamanan yang tidak saling serang dan proses investigasi segera dilakukan dengan pendekatan kemanusiaan dan bukan pendekatan militeristik. **














