Oleh: Faisal Narwawan I
PAPUAinside. id, JAYAPURA—Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua mencanangkan penyelamatan Cagar Alam Pegunungan Cycloop melalui penanaman bambu di kawasan penyangga (buffer zone) sepanjang 78 km dengan jumlah bibit sebanyak 78 ribu bibit bambu.
Kegiatan ini juga adalah rangkaian dari peringatan HUT RI ke-78 tingkat Provinsi Papua.
Pencanangan ditandai dengan apel bersama sekaligus penanaman bibit oleh Mantan Gubernur Papua Barnabas Suebu, Plh Gubernur Papua Muhammad Ridwan Rumasukun dan Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup (DKLH) Provinsi Papua Jan Jap Ormuseray.
Penanaman awal tersebut dilakukan di Pasir 6, Kampung Nehibe, Distrik Ravenirara, Kota Jayapura, Jumat (4/8/2023).
“Kita tidak berhenti hari ini saja dan tidak boleh ada satu orang pun yang merusak hutan ini. Penanaman bibit bambu ini harus dilestarikan,” ungkap Rumasukun.
Kata dia, Cagar Alam Cycloop sangat penting dijaga. “Hal ini perlu diwariskan, gagasan Kaka Bas harus dijaga dan diteruskan,” tambahnya.
Barnabas Suebu di kesempatan yang sama mengungkapkan, apa yang dimulai adalah langkah bersama demi keuntungan bersama.
Saat memberi sambutan, Kaka Bas sapaan akrab Barnabas Suebu, menekankan bahwa Cyloop harus dijaga bersama.
“Dari semua untuk semua. Kenapa penyelamatan Cycloop harus kita lakukan, untuk siapa. Ini untuk kita semua, untuk keselamatan kita, ” katanya.
Sementara, Jan Jap Ormuseray mengatakan, penanaman bambu hingga Kampung Maribu akan melibatkan semua pihak.
DLHK Papua menargetkan penanaman akan selesai dalam waktu tiga bulan.
Penanaman akan dilakukan sesuai kelompok dan melibatkan semua elemen masyarakat.
“Ya, agar semua merasa bertanggung jawab hinga upaya kita untuk menjaga Cagar Alam Cycloop terjaga, ” katanya.
Untuk mengawasi bibit bambu yang ditanam, Pemprov Papua juga akan merekrut Satgas Cycloop. Mereka akan menjaga bibit bambu, agar tetap tumbuh. **














