Pemilu 2024 Angin Segar bagi Perekonomian Papua

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Papua, Juli Budi Winantya dalam acara bincang-bincang media out look perekonomian Papua tahun 2024. (Foto: Faisal Narwawan/Papuainside.id)5

Oleh: Faisal Narwawan  I

PAPUAinside.id, JAYAPURA—Tahapan Pemilu 2024  dipandang memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat di Papua.

Hal ini terungkap dalam bincang-bincang media out look perekonomian Papua Tahun 2024 oleh Bank Indonesia Perwakilan Papua di Resto and Cafe Rumah Laut, Jayapura, Rabu (17/1/2024).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua, Juli Budi Winantya mengatakan, meskipun tak terlalu besar, rangkaian pelaksanaan dan tahapan Pemilu 2024 akan memberikan dampak pada geliat perekonomian di tengah masyarakat.

“Jadi dalam pelaksanaan tahapan Pemilu, ada banyak pihak yang dilibatkan, baik itu pada tahapan persiapan Pemilu, tahapan kampanye, hingga pada proses pencoblosan di TPS.

Dikatakan, pada tahapan Pemilu para penyelenggara dan peserta Pemilu  akan membutuhkan banyak sumber daya manusia (SDM) tambahan, yang harus direkrut untuk membantu masing- masing pihak.

“Dari proses tersebut dipastikan ada peredaran uang, baik itu dalam bentuk upah maupun hasil penjualan produk, yang digunakan dalam tahapan Pemilu 2024,” jelas Juli.

Ia mencontohkan, kampanye saja  butuh makanan, butuh transportasi, percetakan spanduk, bahkan hingga pada pekerja yang memasang alat peraga kampanye (APK).

Tak sampai disitu, proses pelipatan surat suara pun akan menyerap dan melibatkan pekerja yang tentunya diberikan upah.

“Mereka  juga dibayar atas jasanya, termasuk petugas KPPS yang direkrut untuk membantu pelaksanaan pemilu di TPS, yang kesemuanya juga mendapat upah, sehingga dari pelaksanaan Pemilu ini kita bisa lihat ada perputaran uang yang tentu dampaknya cukup baik untuk perekonomian di Papua,” ungkapnya.

Kepala Tim Perumusan KEKDA Provinsi Papua, Agni Alam Awirya, menambahkan, meskipun Papua tidak menjadi pusat kegiatan kampanye, tapi fakta di lapangan terdapat berbagai kegiatan kampanye yang juga menyerap hasil produksi dari pelaku UMKM lokal.

“Jadi secara tidak langsung pelaksanaan kampanye di daerah  juga memberikan peluang bagi pelaku UMKM untuk memasarkan produk maupun jasa yang dimiliki,” tambah Agni.

“Pemilu ini kan pesta demokrasi, di dalamnya ada banyak kegiatan yang juga berdampak pada geliat perekonomian masyarakat, sebagai contoh, penggunaan panggung, sound system, souvenir, tenda, makanan dan lain lain, yang semuanya dibeli dari pelaku umkm lokal, sehingga ini memberikan efek domino, pengusahanya dapat uang, anak buahnya juga dapat, dan berbagi sektor lainnya yang juga mendapat keuntungan,” jelas Agni.

Untuk itu, diharapkan tahapan Pemilu juga dapat  menambah geliat perekonomian masyarakat dan pelaku UMKM di Papua. **

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *