Pemda Papua Selatan Hadapi Efisiensi Anggaran

Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo didampingi istri saat menyampaikan orasi di hadapan ribuan warga yang menyambut kedatangannya bersama Wakil Gubernur Paskalis Imadawa di Lapangan Mandala, Merauke, Selasa (04/03/2025). (Foto: ist)

PAPUAINSIDE.ID, MERAUKE— Mayarakat Papua Selatan diminta memberikan ruang dan waktu kepada gubernur dan wakil gubernur yang baru selesai dilantik untuk menyesuaikan program pembangunan provinsi dan pemerintah pusat terkait adanya efisiensi anggaran yang diterapkan bagi pemerintah daerah seluruh Indonesia.

“Kami sekarang dihadapkan dengan efisiensi anggaran yang mana ini adalah program pemerintah pusat, maka kami di provinsi juga belum bisa menentukan kemana harus kita jalan, dinas-dinas mana yang terpangkas anggarannya,” kata Wakil Gubernur Paskalis Imadawa dalam orasinya saat acara penjemputan setibanya di Merauke, Selasa (04/03/2025).  

“Ada banyak hal-hal yang terpangkas akibat dari efisensi anggaran, maka bapak/ibu semua harus menyadari itu, maka kami tidak bisa berbuat banyak, kami harus mencari tau dulu kira-kira dari sektor-sektor mana yang dipangkas,” tegas Paskalis.

Wakil Gubernur Papua Selatan Paskalis Imadawa. (Foto:ist)

Terkait itu, Paskalis meminta kepada warga Papua Selatan jangan memaksa mereka tetapi memberikan waktu dan ruang untuk menyesuaikan dengan kebijakan-kebijakan pusat. Lantaran, tugas gubernur dan wakil gubernur adalah tugas pembantuan, hanya membantu bagaimana kebijakan pusat kepada masyarakat sampai di kabupaten, distrik dan di kampung-kampung. “Untuk itu, saya minta dengan jiwa besar, dengan hati yang besar dengan lapang dada mari memberikan waktu kepada kita, memberikan kesempatan kepada kita,” ujarnya.

Paskalis menegaskan, masyarakat harus tau dana-dana mana yang dipotong, pembangunan mana yang dipending. Dalam kebersamaan, Provinsi Papua Selatan ini akan dibawa dengan baik kedepan.

Dia mengajak tokoh-tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh perempuan, tokoh pemuda, elit politik bersatu, bersinergi dan bergandengan tangan membawa Papua Selatan lebih baik kedepan.

Sementara itu, Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo dalam orasinya ucapan terima kasihnya menjelaskan, sejarah mencatat bahwa sejak abad pertengahan, negeri tanah selatan Papua sudah dibangun secara tradisional oleh para leluhur, para orangtua, para pendahulu, para senior orang-orang asli Papua Selatan hingga hadirnya penjajah Belanda.

Pada 1902 Kota Merauke mulai dibangun dengan hadirnya pos-pos pemerintah Belanda. Kemudian, pada 1969 dengan lahirnya Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1969 tentang pembentukan provinsi otonomi Irian Barat dan kabupaten-kabupaten otonom di Provinsi Irian Barat dan terbentuklah Kabupaten Merauke.

Sejak itu, pembangunan sudah mulai dilaksanakan oleh para orangtua, para senior, para pendahulu dan para pemimpin di masa lalu. Oleh karena itu, semua wajib mengucapkan syukur dan terima kasih kepada para leluhur, para pendahulu, para orangtua yang telah mengorbankan jiwa dan raganya untuk membangun kesejahteraan baik secara fisik maupun non fisik untuk mensejahterakan masyarakat diwilayah Selatan Papua.

Selanjutnya, pada 2022 melalui Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2022 tentang pembentukan daerah otonom baru Provinsi Papua Selatan. “Wilayah kita telah ditetapkan menjadi provinsi yang baru. Pembangunan di negeri kita ibarat para penggarap kebun anggur, para pekerja di ladang yang mana pada masa sebelum kita hadir disini Tuhan telah mempercayakan kebun anggur ini kepada para leluhur kita, para orangtua kita sebelum kita ada disini,”kata Apolo,

“Mereka telah bekerja, berkarya dan melayani untuk kesejahteraan masyarakat di Selatan Papua. Dimasa yang akan datang pada saat kita sudah tidak ada lagi, pekerjaan penggarapan di kebun anggur ini, pengabdian, pelayanan kepada orang-orang yang akan datang setelah kita tiada disini,” ujarnya lagi.

Kini, kata Apolo, Tuhan telah mempercayakan kebun anggur ini kepada semua. Oleh karena itu, mari memberikan yang terbaik, sumbangkan seluruh energi, tenaga, pikiran untuk mengabdi, berkarya dan melayani dalam pembangunan tanah Selatan Papua demi mensejahterakan masyarakat.

“Untuk itu, kami mengajak seluruh komponen masyarakat, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh perempuan, tokoh pemuda dan seluruh lapisan masyarakat mari semua bersatu, mensyukuri berkat Tuhan, karunia Tuhan diatas negeri Selatan Papua,” kata dia.

“Mari kita bangun negeri ini, kita hantar masyarakat kita mencapai kemakmuran dan kesejahteraan yang dicita-citakan oleh leluhur dan oleh pra orangtua kita,” tambah Gubernur Apolo Safanpo mengakhiri orasinya.

Sekedar diketahui, momentum akbar itu dihadiri oleh masyarakat dari empat kabupaten, para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) baik provinsi maupun kabupaten, relawan, tim sukses, partai koalisi, seluruh Aparat Sipil Negara (ASN) dan Forum Komunikasi Daerah (Forkopimda) Papua Selatan. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *