Oleh: Nethy DS |
Papuainside.com, Jayapura— Kapolres Jayapura Kota AKBP Gustav R Urbinas menerjunkan 2800 personil gabungan TNI/Polri bersiaga di Kota Jayapura selama berlangsungnya pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Republik Inonesia di Jakarta Minggu (20/10) pukul 14.30 WIB atau 16.30 WIT.
‘’2800 personel gabungan itu Polres Jayapura Kota dibackup BKO Brimob Nusantara, Kodim 1701 dan Sat Pol PP Kota Jayapura,’’ jelas Kapolres AKBP Gustav Urbinas seperti yang dilansir Tribratanews.papua.polri.go.id, Minggu (20/10).
Kata AKBP Gustav, ribuan personel diterjunkan untuk mengantisipasi perkembangan kamtibmas di seluruh wilayah yang ada di Kota Jayapura, Misalnya dengan melakukan razia kepoisilian maupun patroli di setiap wilayah untuk menekan terjadinya gangguan kamtibmas.
“Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden adalah rangkaian Operasi Mantap Brata 2019. Memang pelantikan dilaksanakan di Jakarta, namun seluruh wilayah melakukan rangkaian pengamanan agar tetap kondusif,” kata Kapolres.
Selama ini, Lanjut AKBP Gustav, Polres Jayapura Kota telah melakukan penggalangan terhadap seluruh tokoh masyarakat agar menjaga kedamaian di Kota ini, Para tokoh masyarakat pun sepakat mencegah berkembangnya paham radikal di Papua.
“Banyak pernyataan tokoh dan stakeholder mendukung pelaksanaan pelantikan presiden kondusif. Mereka juga sepakat mencegah berkembangnya paham radikal di Indonesia, khususnya di Papua,” jelasnya.
Dia pun meminta masyarakat agar membantu aparat keamanan dalam memelihara situasi kondusif di Kota Jayapura. Misalnya dengan memberikan informasi kepada kepolisian jika mengetahui atau mencurigai pihak-pihak yang ingin mengacaukan keamanan di Kota Jayapura.
Sebelumnya, Kapolda Papua Irjen. Pol. Drs. Paulus Waterpauw menyebutkan ada empat daerah di Papua rawan gangguan menjelang pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih, 20 Oktober mendatang, antara lain Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Wamena dan Kabupaten Mimika. **














