Oleh: Makawaru da Cunha I
PAPUAinside.id, MERAUKE—Setelah sukses menyusun Buku Saku Bahasa Malind, Papua Paradise Center (PPC) Merauke tengah menyiapkan empat buku saku, yang selama ini digunakan suku Kanum di wilayah Perbatasan RI-Papua Nugini. Masing-masing bahasa Nggelembu, Tamer, Smerki dan Barkari.
Hal ini disampaikan Direktur PPC Merauke Marthen Ayub Laturmasse, ketika kegiatan menoken di Kampung Yanggandur, Distrik Sota, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan, Rabu (14/8/2024).
Empat buku saku bahasa suku Kanum tersebut direncanakan diperkenalkan dan dibagikan di sekolah-sekolah formal di wilayah Kabupaten Merauke, bahkan di wilayah adat Animha.
Kegiatan menoken tersebut diikuti Kepala Suku Kanum Jeremias Karika Ndimar, tokoh adat, tokoh perempuan, tokoh pemuda, Komunitas Menoken Animha, Komunitas Menoken Mamta dan The Samdana Institute Bogor.
Ayub mengatakan, penyusunan empat buku saku bahasa suku Kanum merupakan bagian dari pelaksanaan revitalisasi bahasa ibu di Kabupaten Merauke.
Sebagaimana diketahui, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merauke merencanakan untuk merevitalisasi 22 bahasa ibu. Sementara baru 1 bahasa ibu yang direvitalisasi, yakni bahasa Malind.
Sebagaimana survei yang dilakukan Balai Bahasa Provinsi Papua, bahasa Malind sudah diambang kepunahan. Bahkan bahasa Marori tinggal seorang penutur.
Ayub menerangkan, pihaknya sementara menunggu draf dari pihak suku Kanum, dan segera mempersiapkan penyusunan empat buku saku bahasa suku Kanum.
Menurutnya, masyarakat suku Kanum memberikan dukungan sepenuhnya kepada pihak PPC, yang telan berupaya menyusun empat buku saku bahasa suku Kanum.
“Masyarakat suku Kanum kwatir jika bahasa punah, maka budaya pun ikut punah,” ujar Ayub.
Sebagaimana diketahui, Suku Kanum (Kanume) adalah sebuah kelompok etnis yang mendiami kawasan perbatasan Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan dan Papua Nugini.
Suku Kanum dianggap sebagai sub-suku Malind, namun mereka memiliki bahasa tersendiri, yakni bahasa Kanum yang termasuk dalam rumpun bahasa Yam, sehingga lebih mendekati bahasa Yei dan suku-suku di Papua Nugini, jika dibandingkan dengan bahasa Malind yang merupakan kelompok etnis lokal terbesar di Merauke.
Suku ini merupakan salah satu kelompok etnis yang tinggal di Kawasan Taman Nasional Wasur. Dalam masyarakat suku Kanum terdapat beberapa marga, antara lain Mbanggu, Ndimar, Ndiken, Sanggra, Mayuwa, Gelambu, dan Kul. **














