Oleh: Makawaru da Cunha I
PAPUAINSIDE.ID, JAYAPURA—Noken, pangan lokal, dan ekowisata menjadi fondasi kebudayaan Papua, untuk menegaskan posisi orang asli Papua sebagai tuan di tanahnya sendiri sekaligus menjaga martabat alam dan masyarakat adat.
Hal itu disampaikan Nokeners Mamta sekaligus Direktur Papua Tour Guide, Andre Liem, dalam acara Menoken tentang Ekowisata mengusung Tema “Isi Noken Mama, Pangan Lokal dan Puisi” memperingati Hari Noken dan Hari Ibu 2025 di Café Isasai, Waena, Jayapura, Sabtu (20/12/2025).
Acara ini didukung Yayasan Menoken Membumi Membumma (Y3M) bersama Balai Perlindungan Kebudayaan Wilayah XXII Papua.
Andre menegaskan, ekowisata Papua bukan sekadar wisata, melainkan tanggung jawab budaya.
“Pemandu wisata menjadi wajah Papua yang membawa citra budaya, lingkungan, dan identitas lokal,” tuturnya.
Ia menekankan pentingnya pendidikan dan penguasaan bahasa Inggris, agar anak-anak Papua mampu menjadi pemandu di wilayahnya sendiri. Kuliner dan pangan lokal, seperti papeda, sagu, dan ikan dipandang sebagai atraksi budaya yang lahir dari relasi manusia dengan alam.
Budaya, menurut Andre, termasuk noken, disebutkan sebagai jati diri yang harus terus dihidupkan.
“Ekowisata yang berakar pada noken, pangan lokal, dan budaya adalah jalan menjaga Papua tetap berdiri sebagai dirinya sendiri,” tegas Andre. **














