Oleh: Faisal Narwawan I
PAPUAInside.com, JAYAPURA—Tim Gabungan TNI-Polri yang dipimpin Kapolres Yahukimo dan Dandim 1715 Yahukimo berhasil mengevakusi 4 jenazah korban penembakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kabupaten Yahukimo, Papua, Jumat (25/6/2021) sore.
Evakuasi dariKampung Bingki, Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo dilakukan menggunakan 3 helikopter sekitar pukul 16.30 WIT.
Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Drs. Ahmad Musthofa Kamal SH mengatakan, proses evakuasi ke 4 jenazah berjalan lancar.
Keempat jenazah korban kekejaman KKB itu masing-masing Sudarto (45), Rufaidin (40) dan Suardi (60). Sedangkan satu jenazah lainnya atas nama Ezar Tuwonusa (60).
“Sekitar pukul 17.43 WIT tim gabungan tiba di Kampung Bingki dan langsung melakukan evakuasi terhadap 4 korban, sekitar pukul 17.50 WIT korban tiba di Lapangan Hellypad kemudian selanjutnya dievakuasi ke ruang jenazah RSUD Dekai, untuk selanjutnya dilakukan visum,” kata Kamal dalam siaran persnya, Sabtu (26/6/2021) pagi.
Setelah visum, 3 korban penembakan disemayamkan di Masjid At-Taqwa, Dekai dan satu korban disemayamkan di rumah duka di Jalan Sosial, distrik Dekai, kabupaten Yahukimo.
Sebelumnya, KKB di Yahukimo melakukan penyerangan terhadap karyawan PT Sinama yang sedang mengerjakan proyek jembatan Kali Kuk, kampung Samboga, distrik Seradala, kabupaten Yahukimo, sekitar pukul 11.05 WIT, Kamis (24/6/2021) siang.
Kejadian ini bermula ketika salah satu korban yang merupakan sopir pada PT Sinama bersama karyawan lainnya menggunakan truk sedang mengambil matrial proyek berupa batu ciping dari Camp Kali Kuk, kampung Samboga dengan tujuan PT Berantas, kampung Sukamo dengan melewati jembatan Kali I, kampung Samboga Distrik Seradala.
Sesudah melintas jembatan Kali I dari Camp Kali Kuk korban dihadang KKB di Kali I berjumlah 30 orang menggunakan alat tajam berupa anak panak, kampak, parang, samurai, dan dua orang dari kelompok tersebut membawa 2 pucuk senjata api laras panjang.
Korban kemudian memutar truk kembali ke arah Camp Kali Kuk untuk menyelamatkan diri.
Polda Papua telah mengirim Satgas Nemangkawi, untuk melakukan penindakan terhadap para pelaku. Hingga kini pengejaran pelaku masih dilakukan. **














