Operasional Bandara Ilaga Normal Sabtu Besok

Aktivitas di Bandara Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua. (Foto: (Antara/Sevinto Pakiding)

Oleh: Faisal Narwawan  I

PAPUAinside.com, JAYAPURA—Operasional di Bandara Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua sempat lumpuh, Jumat (4/3/2022).

Kepala Bandara Ilaga Herman Sujito ketika dikonfirmasi dari Jayapura mengatakan, tak ada penerbangan di bandara tersebut saat ini.

Namun, ia memastikan operasional di bandara akan kembali normal pada Sabtu (5/3/2022) besok.

Tak beroperasinya bandara disampaikannya, karena adanya ketakutan pasca gangguan tembakan

terhadap anggota Kopasgat yang sedang jaga di Pos Jaga Runway 25  dari Satgas Lanud Kopasgat Paskhas Yonko 469/Pancawara yang bertugas di Ujung Bandara Aminggaru, Ilaga.

Tembakan sebanyak empat kali itu terkonfirmasi ke arah pos jaga,  terjadi sekitar pukul 12.20 WIT, Kamis (3/3/2022) kemarin.

Tak adak korban jiwa pada peristiwa itu.

“Jumat ini tidak ada yang beroperasi, gangguan tembakan menimbulkan ketakutan, makanya ini tidak ada penerbangan yang masuk

Tapi besok normal lagi,” ungkap Herman, Jumat (4/3/2022).

Ia mengatakan bahwa untuk menjamin keamanan, akan ada pengamanan gabungan pada Sabtu (5/3/2022) besok.

“Iya, karena rencana ada pengamanan gabungan besok,” singkatnya.

Sementara, terkait penyerangan terhadap delapan karyawan PT. Palapa Timur Telematika (PTT) di  Distrik Beoga, Kabupaten Puncak,  tak mempengaruhi aktivitas bandara.

“Lokasi  tempat penyerangan terhadap delapan karyawan berada cukup jauh dari Kota Ilaga, sehingga tak berdampak terhadap operasional di Bandara Ilaga. Kami di sini punya gangguan sendiri,” katanya.

Sebelumnya, Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) melakukan penyerangan terhadap karyawan PT. PTT saat memperbaiki Tower Base Transceiver Station (BTS) 3 Telkomsel di Distrik Beoga.

Dari penyerangan itu, delapan karyawan PTT dinyatakan meninggal dunia.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Ahmad Musthofa Kamal mengatakan, penyerangan terjadi pada Rabu 2 Maret 2022 di Tower Base Transceiver Station (BTS) 3 Telkomsel “CO 53M 756085 9585257” di Wilayah Distrik Beoga.

Penyerangan baru diketahui pada Kamis (3/3/2022 )setelah NS salah satu karyawan yang selamat menghubungi aparat via telepon.

“Iya, NS tidak berada di base camp. Saat kembali rekan-rekannya sudah meninggal dunia. Melihat rekan-rekannya sudah tidak bernyawa, sekira pukul 13.00 WIT saksi meminta bantuan penyelamatan melalui CCTV Tower BTS 3. Kemudian pukul 16.00 WIT baru termonitor di CCTV Pusat PTT di Jakarta,” Kata Kamal.

Adapun kedelapan korban yang meninggal dunia yakni berinisial B, R, BN, BT, J, E, S dan PD.

Hingga kini, belum dilakukan evakuasi terhadap korban, karena terkendala cuaca. **